BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi DPRD Palangka Raya, Yudhi Karlianto Manan, menegaskan bahwa kebutuhan pembangunan dan perbaikan jalan serta drainase di kota harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Menurutnya, hasil reses yang dilakukan DPRD menunjukkan bahwa masalah infrastruktur ini masih menjadi keluhan utama masyarakat di berbagai wilayah.
Yudhi mengatakan, pembangunan jalan dan drainase yang memadai tidak hanya berfungsi untuk memperlancar aktivitas warga, tetapi juga menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, kesehatan lingkungan, serta mencegah bencana banjir.
“Setiap aspirasi masyarakat yang muncul saat reses harus dijawab melalui program kerja yang tepat sasaran,” ujarnya, Jumat, 8 Agustus 2025.
Ia mengingatkan bahwa perencanaan pembangunan harus berbasis kebutuhan riil masyarakat. Dalam hal ini, aspirasi yang diungkapkan warga saat reses merupakan data penting yang seharusnya menjadi acuan prioritas pembangunan, bukan sekadar masukan yang diarsipkan.
Selain itu, Yudhi menekankan pentingnya memperhatikan objek vital dalam pembangunan infrastruktur. Objek vital yang dimaksud mencakup fasilitas publik seperti rumah sakit, sekolah, kantor pemerintahan, serta jalur transportasi yang menghubungkan kawasan strategis.
“Kita tidak bisa membiarkan akses ke objek vital terganggu akibat jalan rusak atau drainase buruk,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembangunan drainase yang baik akan meminimalkan risiko genangan air dan banjir saat musim hujan, yang selama ini sering dikeluhkan warga. Drainase yang tertata juga akan menunjang estetika kota dan kebersihan lingkungan.
Menurut Yudhi, koordinasi antara pemerintah kota, DPRD, dan pihak terkait harus ditingkatkan agar program pembangunan infrastruktur tidak hanya terencana dengan baik, tetapi juga dieksekusi tepat waktu dan sesuai spesifikasi teknis.
“Kualitas pekerjaan harus dijaga. Jangan sampai proyek yang baru selesai justru cepat rusak karena dikerjakan asal-asalan,” katanya.
Komisi II DPRD Palangka Raya, lanjut Yudhi, akan terus melakukan fungsi pengawasan terhadap program pembangunan infrastruktur. Hal ini dilakukan agar setiap rupiah anggaran yang dikeluarkan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Pembangunan jalan dan drainase bukan sekadar proyek fisik, tetapi investasi jangka panjang untuk kenyamanan, keselamatan, dan kemajuan kota,” pungkas Yudhi. (MARINI/H)









