PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS kembali menegaskan komitmennya sebagai perusahaan pendamping dalam mendorong transformasi pekebun swadaya menuju praktik perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.

Dalam acara puncak APKSM Award Volume 2, SSMS menyampaikan apresiasi atas capaian para pekebun yang tergabung dalam Asosiasi Pekebun Kelapa Sawit Mandiri atau APKSM, sekaligus memaparkan rencana pendampingan lanjutan.

Perwakilan SSMS, Bintang Soma P, menyampaikan bahwa pendampingan yang telah dilakukan selama enam tahun terakhir telah membuahkan hasil signifikan, terutama dalam proses sertifikasi RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) dan ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil).

“Kami bangga mendampingi APKSM dalam perjalanan sertifikasi RSPO dan ISPO. Pekebun kini paham bahwa keberlanjutan bukan hanya tuntutan pasar, tapi tanggung jawab moral,” ujarnya dalam rilis pada Jumat, 8 Agustus 2025.

Menurut Bintang, perubahan pola pikir para pekebun swadaya menjadi fondasi penting dalam membangun sistem perkebunan yang berintegritas. Ia menekankan bahwa keberlanjutan tidak hanya menyangkut aspek teknis, tetapi juga menyentuh kesadaran sosial dan lingkungan yang lebih luas. Hal ini menjadi modal utama bagi pekebun untuk bersaing di pasar global yang semakin menuntut transparansi dan akuntabilitas.

SSMS saat ini juga tengah mengupayakan pendampingan bagi pekebun di wilayah sekitar operasional perusahaan agar dapat mengikuti jejak APKSM dalam memperoleh sertifikasi RSPO dan ISPO.

“Langkah ini sangat penting bagi ketertelusuran (traceability) rantai pasok kelapa sawit, sehingga produk Indonesia semakin diterima di pasar global,” jelas Bintang.

Pendekatan ini diharapkan mampu memperluas dampak positif dari praktik perkebunan berkelanjutan.

Dengan dukungan SSMS, APKSM telah menjadi contoh nyata bahwa pekebun swadaya mampu bertransformasi secara mandiri dan bertanggung jawab. Kolaborasi antara perusahaan dan asosiasi pekebun ini menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan hanya domain korporasi besar, tetapi juga bisa tumbuh dari akar rumput melalui pendampingan yang konsisten dan partisipatif.

Ke depan, SSMS berkomitmen untuk memperluas program pendampingan dan memperkuat kapasitas pekebun melalui pelatihan, akses informasi, dan penguatan kelembagaan. Dengan sinergi yang terus dibangun, SSMS dan APKSM berharap dapat mendorong perubahan sistemik dalam tata kelola perkebunan sawit swadaya di Indonesia. (TESTI PRISCILLA/H)