BORNEONEWS, Palangka Raya - Lima peserta didik masih dalam seragam sekolah lengkap digelandang ke Polres Palangka Raya, Senin (31/10/2016) siang. Mereka, dua murid sekolah dasar (SD), dua pelajar sekolah menengah pertama (SMP) dan satu siswa sekolah menengah atas (SMA). Mereka diketahui mencuri puluhan buku sekolah di ruang perpustakaan SDN 2 Menteng, Jalan Galaxi Raya, Minggu (30/10/2016), untuk dijual kiloan.
"Saat masuk sekolah, dua murid SD diamankan, menyusul dua pelajar SMP. Tak lama kemudian, barulah siswa SMA. Kita datang ke TKP, sudah ada empat yang diamankan pihak sekolah. Kemudian menyusul satu anak SMA," kata salah seorang anggota Polres.
Para pelaku berinisial SW, JM, B, J dan DC itu selanjutnya dibawa ke Polres Palangka Raya. Beberapa menit kemudian, datang sebagian orang tua mereka. Termasuk Kepala Sekolah SND 2 Menteng, Hirdayati. Kasus ini diselesaikan secara mediasi di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).
Ibu SW, berinisial Uj mengatakan, anaknya tidak terlibat langsung dalam aksi pencurian itu. Menurutnya, otaknya adalah siswa SMA. "Anak saya dan temennya itu katanya cuma berada di luar pagar. Nah yang didalam mereka anak SMP dan SMA nya. Saya tanya katanya memantau kalau ada orang," ucap Uj.
Sementara itu, Hirdayati mengatakan, mereka ditangkap karena ada yang melihat. Namun dia menyebut yang melihat itu adalah warga. Menurutnya, pelaku mengambil buku setelah berhasil merusak bagian jendela dan pintu.
Meski demikian, dia berjanji akan melakukan pembinaan khususnya terhadap dua peserta didiknya. Dia menyebut total kerugian sekitar Rp 14 juta. Ada kabar beredar jika murid SD itu terancam diberhentikan. Saat ditanya ini, dia menegaskan tidak. "Tidak, tidak. Kita bina mereka," janji Hirdayati.
Dari hasil interogasi, pelaku menyebut buku-buku pelajaran yang mereka curi itu rencananya akan dijual kiloan. Hasilnya, akan digunakan saku jajan meskipun mereka sebenarnya juga telah diberi pesangon oleh orang tuanya. Setelah beberapa menit dilakukan mediasi di ruang SPKT, orang tua peserta didik dan pihak sekolah sepakat berdamai. (BUDI YULIANTO/N).








