BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekretaris Komisi III DPRD Palangka Raya, Rana Muthia Oktari menyoroti kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ujarnya hal tersebut bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Menurutnya setiap kasus kekerasan yang menimpa kelompok rentan tersebut meninggalkan dampak psikologis dan sosial yang mendalam.
Kondisi ini memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak agar korban mendapatkan perlindungan dan pemulihan yang layak.
“Ini bukan sekadar masalah hukum, tetapi juga persoalan moral dan kemanusiaan. Kita semua punya tanggung jawab untuk mencegah dan menghentikannya,” ujarnya, Sabtu, 9 Agustus 2025.
Rana menilai upaya penegakan hukum harus berjalan seiring dengan edukasi kepada masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menghormati hak-hak perempuan dan anak.
Peran keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar dinilai krusial dalam membangun budaya yang bebas dari kekerasan.
Ia juga mendorong adanya penguatan koordinasi antara pemerintah, lembaga perlindungan anak, dan organisasi masyarakat untuk memberikan dukungan yang cepat dan tepat kepada korban.
“Perempuan dan anak adalah bagian penting dari masa depan bangsa. Melindungi mereka berarti menjaga martabat kemanusiaan kita,” pungkasnya. (MARINI/R)









