PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Abdul Rasyid Foundation (ARF) menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui inovasi di setiap sekolah. 

Hal itu disampaikan langsung oleh Manager ARF, Agus Sampurno dalam kegiatan perdana Abdul Rasyid Foundation Awards 2025 di Ballroom Hotel Mercure Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Sabtu, 9 Agustus 2025.

Kegiatan ini dihadiri para peserta yang terdiri dari tenaga pendidik berbagai sekolah di sejumlah kabupaten dan kota di Kalteng, sebagai ajang mencari dan mengapresiasi inovasi para guru.

“Perusahaan menugaskan kami untuk mengelola pendidikan anak-anak karyawan, dan ini menjadi kewajiban kami sebagai perusahaan perkebunan. Sejak 2016, pendidikan di perkebunan harus berjalan dengan baik, bermutu, dan berkualitas,” jelasnya.

Dalam pengembangan pendidikan, pihaknya memilih fokus pada kualitas guru dan kepemimpinan kepala sekolah, bukan hanya pada sarana prasarana. 

“Kami meminta setiap sekolah dan guru untuk berinovasi. Kami ingin guru keluar dari zona nyaman. Terlalu santai itu membahayakan, sehingga inovasi menjadi kunci,” tegasnya.

Agus mengatakan salah satu terobosan yang diterapkan adalah gerakan one teacher one inspiration. Setiap guru diharapkan mampu menginspirasi siswa dan orang tua dan sebagai sarana untuk memetakan kesiapan tenaga pendidik dalam menerima perubahan yang lebih baik.

“Dengan inovasi, kita bisa melihat siapa yang siap berubah dan siapa yang lebih nyaman di zona aman. Bahkan, muncul lomba karya tulis ilmiah yang pertama kali kami gelar, mengundang guru dari sembilan kabupaten dan kota di Kalteng. Semangat ini harus terus menyala di dada para pendidik,” jelasnya.

Manager CSR ARF, Abdur Rohman menyebutkan bahwa pendidikan menjadi salah satu dari enam pilar program CSR perusahaan, selain pilar sosial budaya, olahraga, lingkungan, infrastruktur, dan community development.

“ARF memiliki 22 sekolah mulai dari TK hingga SMK dengan jurusan agribisnis dan rekayasa komputer. Hal ini jarang dimiliki perusahaan perkebunan lain. Ini wujud komitmen Bapak H. Abdul Rasyid AS, bahwa perusahaan tidak hanya mengejar profit, tapi juga memastikan individu di dalamnya memiliki pendidikan berkualitas,” jelasnya.

Abdur Rohman juga menegaskan, ARF sejak awal dididikan sudah beberapa kali bertransformasi hingga sekarang dikenal sebagai yayasan yang dikenal seperti sekarang ini.

"Transformasi ini juga bertujuan memperluas cakupan dan mimpi besar dalam dunia pendidikan. Mengelola 170 guru dan ribuan siswa bukan pekerjaan mudah, tapi dengan semangat bersama, kami yakin bisa mencetak generasi yang sukses dan mandiri,” jelasnnya.

Abdur Rohman menambahkan, guru adalah sahabat bagi siswa, bukan hanya pengajar akademik. “Guru juga membentuk jiwa anak didik. Karena itu, CSR dan perusahaan akan terus mendukung inovasi dan mutu pendidikan di bawah naungan ARF,” pungkasnya. (WAHYU KRIDA/R)