BORNEONEWS, Sukamara – Mudahnya masyarakat mengakses jalan darat menuju beberapa wilayah di Kabupaten Sukamara ternyata berimbas kepada angkutan transportasi air yang kini mulai ditinggalkan masyarakat. Dengan kondisi seperti ini membuat sebagian motoris speed boat banting stir dengan mencari pekerjaan lain.
"Saat ini angkutan penumpang melalui jalur sungai memang masih ada peminat, namun terbangunnya jalan penghubung diprediksi akan berdampak pada angkutan sungai. Sekarang saja sudah mulai terasa berkurang jumlah penumpang yang biasa menggunakan angkutan speed boat sebab sebagian jalan sudah tembus,” kata Amir, motoris yang mangkal di pelabuhan speed boad di depan Pasar Inpres Sukamara, Senin (31/10/2016).
Dengan kondisi demikian sebagian motoris memang sudah ada yang berhenti dan memilih pekerjaan lain sebagai antisifasi apabila nantinya angkutan sungai sudah benar-benar ditinggalkan oleh masyarakat.
“Kalau saya sendiri memang sudah tidak rutin membawa speed boat untuk mencari penumpang atau hanya sekali-sekali saja apabila ada carteran, selebihnya sudah sibuk dengan pekerjaan lain diperkebunan,” ucap Amir lagi.
Amir juga menuturkan meskipun nantinya angkutan sungai masih bisa bertahan kemungkinan jumlah trayek yang dilayani hanya untuk wilayah-wilayah yang memang tidak bisa dijangkau dengan transportasi darat seperti wilayah Kalimantan Barat.
“Kalau untuk tujuan Kecamatan Jelai kemungkinan akan jauh berkurang seiring dengan terhubungnya jalan darat,” ujar Amir. (NORHASANAH/N).








