KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan - Musibah kebakaran berturut-turut melanda dua desa di Kabupaten Katingan, yakni Desa Petak Bahandang dan Desa Tewang Kampung. 

Peristiwa ini menyita perhatian Bupati Katingan Saiful, yang menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang menimpa warganya. 

Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Kebakaran pertama terjadi di Desa Petak Bahandang, Kecamatan Tasik Payawan, Kamis sore, 7 Agustus 2025. 

Api dengan cepat melahap tiga rumah warga yang diketahui milik Ibu Tanti, Bapak Tono, dan Ibu Rinun hingga ludes.

Selain rumah, api juga merusak sebuah gedung walet dan sebagian rumah milik Wancino. 

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. 

Pihak berwenang saat ini masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab kebakaran.

Berselang dua hari, musibah serupa kembali terjadi di Desa Tewang Kampung, Kecamatan Mendawai, pada Jumat malam, 9 Agustus 2025. 

Peristiwa ini menghanguskan dua rumah milik Muliyati dan Rahmadi.

Selain rumah, tujuh unit bangunan sarang burung walet juga menjadi korban amukan si jago merah. 

Bangunan-bangunan tersebut dimiliki oleh Anang Junaidi (satu unit), Rahmat (satu unit), H Pudin (tiga unit), Sugiono (satu unit), dan Gatot (satu unit). 

Sama seperti di Petak Bahandang, belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam kejadian ini.

Bupati Katingan, Saiful yang turut berduka, menyampaikan keprihatinan mendalam kepada para korban. 

Pihaknya segera mengkoordinasikan bantuan dan langkah-langkah penanganan lebih lanjut untuk meringankan beban para korban.

Bahkan hari ini, Bupati Saiful dan Wakil Bupati Firdaus bertolak ke Petak Bahandang, Kecamatan Tasik Payawan.

Selain menyampaikan belasungkawa kepada para korban musibah kebakaran, Bupati dan Wakil Bupati Katingan datang dengan membawa bantuan sosial, termasuk sembako serta sarana dan prasarana lainnya guna meringankan beban warga. (ABDUL GOFUR/j)