SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi (Stamet) H Asan Kotawaringin Timur (Kotim) mengungkapkan hujan yang terjadi pada Sabtu, 9 Agustus 2025, selain akibat pembentukan awan yang cukup intens juga dipengaruhi oleh aktivitas operasi modifikasi cuaca (OMC) di Kabupaten Katingan.

Prakirawan BMKG Rahmat Wahidin Abdi menjelaskan, berdasarkan pola angin pagi, terpantau adanya pertemuan massa udara di wilayah Kotim. Kondisi ini menjadi faktor utama pembentukan awan hujan yang akhirnya memicu turunnya hujan.

“Dari radar cuaca dan citra satelit, terlihat pembentukan awan hujan cukup intens di wilayah Kotim. Ditambah lagi adanya OMC yang melintas di sekitar Telaga dan Galinggang, Kabupaten Katingan, yang berdekatan dengan Kecamatan Seranau dan Mentawa Baru Ketapang. Hal ini turut menjadi faktor pendukung terjadinya hujan,” kata Rahmat, Sabtu, 9 Agustus 2025.

Lanjutnya, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini bahwa pada 9–11 Agustus 2025, wilayah Kotim berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang.

Hujan 3 hari ke depan tersebut dipengaruhi adanya daerah belokan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) terpantau di wilayah Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut. Didukung oleh kelembaban udara yang cukup basah, labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal juga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalimantan Tengah.

Sementara itu, untuk rekapitulasi titik panas, sejak pagi tadi belum terdeteksi hotspot baru di wilayah Kotim. Terakhir, hotspot terpantau hanya satu titik di Kecamatan Antang Kalang pada Jumat, 8 Agustus 2025.

Meski demikian, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih tetap ada, mengingat saat ini masih berada dalam musim kemarau.

"Namanya potensi (kebakaran lahan) tetap pasti ada meskipun musim penghujan sekali pun. Apalagi kita juga masih masuk dalam musim kemarau," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)