BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kabupaten Sukamara menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif pengembangan Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) yang digagas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam kegiatan yang berlangsung di Desa Sungai Bundung pada Kamis, 7 Agustus 2025, program ini dinilai sebagai langkah konkret dalam memperkuat fondasi ekonomi desa melalui literasi dan akses keuangan yang inklusif.
Bupati Sukamara, yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Arif Rahman Hakim, menyampaikan bahwa pembangunan ekonomi desa harus dimulai dari hal-hal sederhana namun berdampak besar.
“Kami percaya bahwa pembangunan ekonomi desa harus dimulai dari hal-hal sederhana seperti menabung, mengakses pembiayaan mikro, dan memiliki perlindungan kerja. Dengan sinergi seperti ini, desa akan tumbuh menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah,” ujar Arif dalam rilis OJK Kalteng pada Sabtu, 9 Agustus 2025.
Ia juga menekankan pentingnya peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) sebagai motor penggerak dalam mendorong inklusi keuangan di tingkat akar rumput. Menurutnya, TPAKD harus mampu menjembatani kebutuhan masyarakat dengan layanan keuangan yang relevan dan mudah diakses, terutama bagi pelaku usaha mikro dan kelompok rentan.
Kegiatan Inkubasi Desa EKI di Sungai Bundung melibatkan berbagai pihak, termasuk lembaga jasa keuangan, pemerintah daerah, dan komunitas lokal. Program ini mencakup pelatihan literasi keuangan, pendampingan usaha, serta pengenalan produk keuangan seperti tabungan, kredit usaha rakyat, dan asuransi mikro. Tujuannya adalah membentuk masyarakat yang melek finansial dan mampu mengelola keuangan secara mandiri.
Kepala OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, sebelumnya juga menegaskan bahwa sinergi antar stakeholders menjadi kunci dalam membentuk ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Program ini tidak hanya membuka akses keuangan, tetapi juga membangun fondasi ekonomi lokal yang kuat berbasis potensi desa,“ tutur Primandanu.
Dengan dukungan dari pemerintah daerah dan komitmen berbagai pihak, Desa Sungai Bundung diharapkan dapat menjadi model percontohan pengembangan ekonomi desa berbasis inklusi keuangan. Program Inkubasi Desa EKI ini menjadi bukti bahwa transformasi ekonomi dapat dimulai dari desa, dengan pendekatan yang sederhana namun berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat. (TESTI PRISCILLA/j)









