BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekretaris Eksekutif GAPKI Cabang Kalteng, Rawing Rambang, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam penanganan Karhutla. Ia menyebut bahwa apel siaga yang digelar di halaman Kantor Gubernur Kalteng baru-baru ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat koordinasi.
“GAPKI tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh dukungan dari pemerintah, masyarakat, dan lembaga penanggulangan bencana,” ujar Rawing kepada Borneonews pada Sabtu, 9 Agustus 2025.
Ia menambahkan bahwa perusahaan sawit anggota GAPKI telah diminta untuk menyiapkan tim tanggap darurat internal.
Rawing juga mengapresiasi arahan Menteri Lingkungan Hidup RI yang menyoroti karakteristik lahan gambut di Kalteng. Menurutnya, edukasi tentang teknik pemadaman di lahan gambut harus diperluas ke tingkat desa.
Kepala BNPB RI Letjen TNI Suharyanto menyebut bahwa 77 pos siaga telah aktif di seluruh Kalteng. Ia menegaskan bahwa satgas darat berperan penting dalam mencegah eskalasi kebakaran.
Saiful Panigoro, Ketua GAPKI Kalteng, menyatakan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi dan siap mendukung pembentukan satuan khusus jika diperlukan.
“Kami siap bergerak cepat bila eskalasi meningkat,” katanya.
Rawing menutup dengan harapan agar apel siaga ini menjadi awal dari penanganan Karhutla yang lebih sistematis dan berkelanjutan.
“Kami ingin Kalteng menjadi contoh nasional dalam pengendalian Karhutla,” pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/j)









