PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Palangka Raya, Gloriana Aden, menegaskan bahwa Pramuka Penegak dan Pandega harus memiliki jiwa pengabdian yang kuat, kepemimpinan yang kokoh, serta kepekaan terhadap lingkungan sosial. 

Pesan ini disampaikannya, saat menghadiri kegiatan Jumpa Karya Bhakti Pramuka Penegak dan Pandega Yayasan Pendidikan Katolik se-Regio Kalimantan Tahun 2025 di Lapangan Utama Camping Ground St. George.

Gloriana juga menekankan pentingnya membangun semangat kolaborasi, empati, dan tanggung jawab sejak usia muda. Menurutnya, pembentukan karakter kepemimpinan tidak cukup hanya dengan teori, tetapi juga harus melalui praktik langsung di lapangan. 

“Karakter pemimpin dibentuk lewat keterlibatan nyata dalam kegiatan yang menyentuh masyarakat,” ujarnya, Sabtu, 9 Agustus 2025.

Ia menyebut, keberagaman suku, budaya, dan latar belakang masyarakat Indonesia justru menjadi modal besar untuk memperkuat persatuan. Pemahaman dan penghargaan terhadap perbedaan diyakini akan menciptakan kepemimpinan yang inklusif. 

“Ketika kita memahami dan menghargai perbedaan, kita sedang membangun pondasi kepemimpinan yang inklusif,” tambah Gloriana.

Lebih lanjut, Gloriana mengingatkan bahwa karya nyata seorang Pramuka tidak selalu harus berupa aksi besar. Menurutnya, pengabdian dapat dimulai dari hal-hal kecil di sekitar tempat tinggal, seperti membantu tetangga atau menjaga kebersihan lingkungan. 

“Pengabdian yang konsisten akan membentuk kepercayaan masyarakat dan mengasah jiwa kepemimpinan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat adalah panggilan utama seorang Pramuka, yang harus diwujudkan dalam tindakan sehari-hari, bukan hanya pada saat mengikuti kegiatan tertentu. Spirit inilah yang diharapkan mampu melekat pada setiap anggota Pramuka Penegak dan Pandega.

Gloriana juga berharap nilai-nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan semangat mengabdi dapat terus dijaga serta diwariskan kepada generasi penerus. 

Ia meyakini bahwa generasi muda dengan karakter kuat akan mampu menjadi pilar penting bagi kemajuan bangsa di masa depan.

Jumpa Karya Bhakti diikuti para anggota Pramuka Penegak dan Pandega dari berbagai sekolah di bawah Yayasan Pendidikan Katolik se-Regio Kalimantan. 

Selain pembinaan karakter, kegiatan juga diisi dengan pelatihan keterampilan, diskusi kepemimpinan, dan aksi sosial di masyarakat sekitar.

Dengan semangat yang dibawa dalam kegiatan tersebut, diharapkan para peserta dapat pulang membawa bekal pengalaman dan nilai-nilai luhur untuk terus diamalkan di lingkungan masing-masing. 

Seperti yang ditekankan Gloriana, pengabdian yang tulus dan kepemimpinan yang inklusif akan menjadi bekal berharga dalam membangun masa depan yang lebih baik. (MARINI/j)