BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Di Desa Pulau Telo Baru, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, terdapat sebuah usaha kerajinan rotan yang telah menembus pasar internasional sejak 2011. Usaha yang dinamai UD. Nabil Rehan Rotan ini merupakan salah satu andalan dari program One Village One Product (OVOP) di wilayah tersebut.
Pendiri sekaligus pemiliknya adalah pasangan suami-istri Slamet dan Salasiah. Slamet, yang berasal dari suku Jawa, dan Salasiah, dari suku Dayak, telah lama menggeluti kerajinan rotan bersama beberapa karyawannya. Mereka memproduksi beragam jenis kerajinan, mulai dari tikar, tas, kursi, sajadah, hingga topi dan tempat membawa bunga.
"Bahan baku rotan didapatkan dari pengepul di sekitar Kuala Kapuas, seperti Kecamatan Dadahup dan Kapuas Hilir," ucap Slamet, Sabtu, 9 Agustus 2025.
Slamet menjelaskan bahwa semua bagian dari rotan, mulai dari kulit hingga hatinya, bisa dimanfaatkan, sehingga tidak ada yang terbuang sia-sia. Hal ini menunjukkan efisiensi dalam proses produksi mereka.
Saat ini, produk-produk UD. Nabil Rehan Rotan sudah dipasarkan hingga ke berbagai kota besar di Indonesia, seperti Banjarmasin, Martapura, Palangka Raya, Bali, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta. Namun, untuk menembus pasar internasional, Slamet mengakui masih menghadapi beberapa tantangan.
Meskipun demikian, UD. Nabil Rehan Rotan telah meraih beberapa prestasi nasional, di antaranya Piagam Penghargaan Juara 1 Tingkat Nasional Pemuda Pelopor pada tahun 2014 dan Piagam Penghargaan OVOP Bintang 3 Tingkat Nasional dari Menteri Perindustrian pada tahun 2015. Prestasi ini menjadi bukti kualitas produk yang dihasilkan. (SABRIANOOR/j)









