PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat atau PkM yang digelar Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Palangka Raya (UPR) di SDN 1 Tumbang Rungan pada Kamis, 7 Agustus 2025, mendapat respons positif dari para siswa. Salah satu metode evaluasi yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemilihan emoji untuk mengukur minat siswa terhadap percobaan sains yang telah mereka ikuti.

Tiga emoji yakni senyum, datar, dan cemberut, digunakan sebagai indikator perasaan siswa terhadap kegiatan. Emoji senyum menunjukkan siswa merasa senang dan berminat, emoji datar menandakan rasa bosan atau biasa saja, sementara emoji cemberut menunjukkan ketidaksenangan dan ketidakminatan. Hasilnya, sebagian besar siswa memilih emoji senyum, menandakan antusiasme tinggi terhadap kegiatan percobaan yang dilakukan.

Antusiasme siswa tidak hanya terlihat dari pilihan emoji, tetapi juga dari komentar langsung yang mereka sampaikan. Banyak siswa berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan di sekolah mereka. Beberapa bahkan menyatakan keinginan untuk mencoba lebih banyak eksperimen sains di masa mendatang, menunjukkan bahwa pendekatan edukatif ini berhasil membangkitkan rasa ingin tahu mereka.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kepala Sekolah SDN 1 Tumbang Rungan, Primawatie dan Lurah Tumbang Rungan, Aan. Keduanya menyampaikan apresiasi atas inisiatif Program Studi Pendidikan Fisika UPR yang dinilai mampu memperkenalkan sains dengan cara yang menyenangkan dan membekas di ingatan anak-anak.

“Dengan melibatkan siswa secara langsung dalam percobaan sederhana yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, kegiatan ini berhasil menciptakan suasana belajar yang aktif dan bermakna,“ kata Aan.

Pendekatan kontekstual yang digunakan oleh tim pengabdian membuat sains terasa dekat dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.

Ketua Tim PkM, Suhartono mengatakan bahwa program PkM ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun fondasi yang kuat bagi generasi muda di Desa Tumbang Rungan untuk mencintai sains dan teknologi.

“Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat,“ kata Suhartono. (TESTI PRISCILLA/j)