PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat tata kelola organisasi yang bersih dan akuntabel melalui penyelenggaraan Pelatihan dan Sertifikasi Governance, Risk, and Compliance for Executive atau GRCE. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Kepala Divisi dan Satuan, berlangsung selama dua hari pada 7–8 Agustus 2025 di Gedung Surachman Tjokrodisurjo, Jakarta Pusat.

Pelatihan GRCE dirancang untuk membekali para pimpinan unit kerja dengan pemahaman mendalam mengenai prinsip tata kelola yang baik (good governance), manajemen risiko, serta kepatuhan terhadap regulasi dan kebijakan internal. Sertifikasi ini diharapkan dapat memperkuat peran strategis para pimpinan dalam menjaga kualitas layanan BPDP dan memastikan kinerja organisasi selaras dengan prinsip BAIK: Bersih, Akuntabel, Integritas, dan Kesempurnaan.

“Kegiatan ini menjadi forum pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan ruang diskusi strategis antar-pimpinan unit kerja untuk membangun sistem kerja yang lebih tangguh dan adaptif terhadap tantangan ke depan,” ujar Kepala Divisi Kepatuhan dan Manajemen Risiko BPDP, Barry Dharmawan dalam rilisnya pada Sabtu, 9 Agustus 2025.

Agenda pelatihan mencakup pembekalan teori, studi kasus, serta asesmen sertifikasi yang difokuskan pada penguatan kemampuan evaluasi dan pemantauan rencana bisnis secara efektif. Metode pelatihan dilakukan secara luring (tatap muka) dengan pendekatan interaktif, mendorong partisipasi aktif dan kolaborasi antar peserta.

Sertifikasi GRCE ini menjadi bagian dari strategi BPDP dalam membangun kapasitas kepemimpinan yang mampu mengintegrasikan prinsip tata kelola dengan praktik operasional sehari-hari. Dengan demikian, para pimpinan diharapkan mampu mengidentifikasi risiko secara dini dan merancang mitigasi yang tepat untuk menjaga keberlanjutan organisasi.

BPDP menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama dalam menciptakan tata kelola yang profesional, responsif, dan berintegritas. Pelatihan ini menjadi langkah konkret dalam membangun budaya kerja yang berorientasi pada kualitas dan akuntabilitas.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya BPDP dalam membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), sejalan dengan semangat reformasi birokrasi yang diusung oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Dengan sertifikasi GRCE, BPDP memperkuat pondasi etika dan transparansi dalam setiap lini operasionalnya.

Melalui pelatihan ini, BPDP berharap dapat menciptakan ekosistem kerja yang tidak hanya taat regulasi, tetapi juga mampu berinovasi dan beradaptasi dalam menghadapi dinamika sektor perkebunan. Sertifikasi GRCE menjadi simbol transformasi organisasi menuju tata kelola yang unggul dan berkelanjutan. (TESTI PRISCILLA/j)