BORNEONEWS, Pangkalan Bun - CEO Abdul Rasyid Foundation (ARF), Monica Putri Rasyid, mendorong para guru mulai merancang inovasi pembelajaran sejak awal agar dapat berkompetisi di ajang Abdul Rasyid Foundation Awards (ARF Awards) pada tahun berikutnya.
Hal ini disampaikannya dalam Gala Dinner dan penyerahan hadiah bagi para guru yang dinilai memiliki inovasi dalam hal pendidikan, sesuai yang disampaikan para tenaga pendidik tersebut dihadapan para juri pada sesi penilaian.
“Kami mengharapkan lebih banyak lagi inovasi di tahun depan dengan kompetensi yang mempunyai standar lebih baik dari tahun ini. Harapannya, ajang ini bisa memberikan semangat kepada guru-guru bahwa setiap tahun ada kesempatan untuk unjuk karya. Jadi, silakan mulai dari sekarang, pikirkan inovasi yang bisa diterapkan di kelas dan bermanfaat bagi murid-murid,” kata Monica Putri Rasyid di Ballroom Hotel Mercure Pangkalan Bun, Sabtu, 9 Agustus 2025.
Monica Putri Rasyid mencontohkan salah satu karya yang menurutnya berkesan berasal dari Muara Teweh.
“Ini lebih ke opini pribadi saya. Proposalnya mengangkat konsep Jika Anda adalah guru yang bahagia, Anda akan membawa kelas yang bahagia dan memiliki murid yang bahagia. Pendekatannya lebih kepada pendidikan berbasis karakter, dan itu sangat menyentuh,” ungkap Monica Putri Rasyid.
Monica Putri Rasyid juga menyampaikan pesan tentang tujuan besar di balik penyelenggaraan ARF Awards.
“Pesan dari Bapak Abdul Rasyid sangat banyak, bukan hanya menjaga perusahaan dan keluarga, tapi juga melanjutkan legasi beliau. Abdul Rasyid Foundation ini kami bangun agar bantuan-bantuan yang selama ini dilakukan secara pribadi, baik di bidang pendidikan, agama, maupun sosial dapat dikelola secara terstruktur, terdata, dan tepat sasaran,” jelas Monica Putri Rasyid.
Menurut Monica Putri Rasyid, dengan sistem yang rapi, ARF dapat memberikan apresiasi dan bantuan kepada penerima yang benar-benar membutuhkan, sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang berdampak positif bagi pendidikan di Kalimantan Tengah. (WAHYU KRIDA/j)









