KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pemerintah Kabupaten Kapuas tidak main-main dalam menggenjot produksi padi. Melalui dua program andalannya, Optimalisasi Lahan (Oplah) seluas 2.990 hektare dan Cetak Sawah Rakyat seluas 40.799 hektare, Kapuas berupaya keras memperkuat ketahanan pangan. 

"Program-program ini dirancang untuk meningkatkan indeks pertanaman dan memperluas lahan baku sawah yang saat ini mencapai 45.012 hektare," ungkap Bupati Kapuas, M. Wiyatno dalam acara panen raya di Kecamatan Tamban Catur, Sabtu, 9 Agustus 2025.

Wiyatno menekankan bahwa program-program tersebut bukan hanya sekadar menambah luas lahan, tetapi juga meningkatkan produktivitas. Ini adalah langkah konkret Kapuas untuk mewujudkan target ambisius, yaitu swasembada pangan.

"Target Kabupaten Kapuas untuk tahun 2025 adalah mencapai luas tanam 80.000 hektare. Saat ini, realisasi tanam sudah mencapai 62.377,4 hektare, atau sekitar 78 persen dari target. Angka ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dan para petani. Di Kecamatan Tamban Catur, realisasi tanam juga menunjukkan hasil positif dengan 4.954 hektare atau 68 persen dari target 7.200 hektare," tuturnya.

Bupati juga mengajak semua pihak, mulai dari petani, penyuluh, hingga dinas terkait, untuk bersatu dan bekerja lebih keras. Ia percaya, dengan semangat kolaborasi, target yang ditetapkan pasti dapat tercapai. Upaya ini akan semakin dimaksimalkan dengan bantuan alat dan mesin pertanian modern yang telah disalurkan pemerintah.

Kapuas, Penyangga Pangan Utama Kalimantan Tengah

Keberhasilan Kapuas sebagai lumbung pangan tidak perlu diragukan lagi. Data tahun 2024 menunjukkan Kapuas menyumbang 51.765 ton beras, atau 23 persen dari total kebutuhan beras Kalimantan Tengah. Produksi beras Kapuas bahkan surplus lebih dari 50 persen, menjadikannya kontributor terbesar di tingkat provinsi.

Dengan pencapaian luar biasa ini, Kapuas terus bertekad untuk menjadi lumbung pangan tidak hanya bagi Kalimantan Tengah, tetapi juga nasional. Dengan dukungan pemerintah pusat dan kerja keras seluruh elemen masyarakat, mimpi untuk mewujudkan swasembada pangan nasional bukan lagi sekadar wacana. (SABRIANOOR/H)