TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Suasana arena Bartim Expo 2025 pada Minggu, 10 Agustus 2025, semakin semarak dengan digelarnya Lomba Batik Fashion Kids yang diinisiasi Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Barito Timur. Kegiatan ini menampilkan kreasi busana anak-anak dengan sentuhan khas batik motif Gunung Perak, ikon kebanggaan daerah.

Kepala Disbudparpora Barito Timur, Herawani, mengatakan bahwa lomba ini mengusung tema Gunung Perak dengan konsep busana fun trendy. 

“Peserta bebas menggunakan jenis batik apapun, baik cetak, printing, maupun batik tulis, asalkan sesuai tema Gunung Perak,” jelasnya.

Total 33 peserta ambil bagian dalam kompetisi tersebut, terdiri dari 10 peserta putra dan 23 peserta putri, dengan kategori usia 4 hingga 12 tahun. Ajang ini menjadi panggung bagi generasi muda Barito Timur untuk menyalurkan bakat dan kreativitas dalam dunia fashion. 

“Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk berekspresi, apalagi even seperti ini jarang digelar di Barito Timur,” tutur Herawani.

Selain menjadi ajang hiburan bagi pengunjung Bartim Expo 2025, lomba ini memiliki misi melestarikan budaya lokal. Herawani menegaskan bahwa motif Gunung Perak layak dikenal lebih luas sebagai identitas batik khas Barito Timur. 

“Kami ingin mendorong masyarakat semakin mencintai batik khas Kalimantan Tengah, khususnya motif Gunung Perak. Ini juga kesempatan untuk mensosialisasikan bahwa batik di Kalteng bukan hanya motif Batang Garing, tetapi juga Gunung Perak,” ujarnya.

Penilaian dilakukan oleh tiga dewan juri berkompeten, yakni pemerhati budaya sekaligus pelopor batik Gunung Perak, Munita Mustika Dewi; seniman dan pecinta fashion, Putri Wunge Ngindra; serta pengamat fashion, Akhmad Rizaldi. Mereka akan menilai berdasarkan kreativitas, kesesuaian tema, serta kepercayaan diri peserta saat tampil di panggung.

Pemenang akan dibagi menjadi dua kategori, putra dan putri, masing-masing mendapatkan penghargaan juara 1 hingga 3. Para juara berhak menerima plakat dan uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi. 

“Harapan kami, ajang ini menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus mencintai budaya daerah dan percaya diri menunjukkan potensi mereka,” pungkas Herawani. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)