BORNEONEWS, Kotawaringin Timur - Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur antusias membeli beras hasil petani lokal cap Ikan Jelawat. Mereka memberikan dukungan agar petani di Bumi Habaring Hurung ini lebih sejahtera dari hasil bertani.
“Kami sambut baik adanya upaya dari petani langsung yang memasarkan beras lokal ini. Seharusnya ini dilakukan dari dulu, petani langsung ketemu dengan konsumennya,” kata seorang pegawai Dinas Pendapatan Daerah, Anang kepada Borneonews, Senin (31/10/2016).
Untuk mensejahterakan petani lokal katanya sudah seharusnya warga Kotawaringin Timur terutama ASN mengonsumsi beras local tersebut. Keuntungan dari beras lokal ini, pertama tidak mengandung bahan pengawet dan pemutih yang membahayakan kesehatan.
Kedua, dengan membeli beras local petani terbantu untuk menjual hasil pertaniannya, sehingga dapat meningkatkan perekonomian petani di daerah itu.
“Kami sepakat kalau program ini terus berlanjut setiap bulannya. Karena ini langsung dilakukan oleh petani untuk membantu petani itu sendiri,” katanya.
Selama ini petani di Kabupaten Kotawaringin Timur hanya mengandalkan para tengkulak atau pedagang langsung mengambil hasil pertanian mereka. Keuntungan dari menjual ke tengkulak dengan memasarkan langsung kepada konsumen lebih banyak.
Kepada tengkulak, gabah kering (GBK) dihargai dengan Rp3000 per kilogram hingga Rp4500 per kg. Sementara harga beras dipasar untuk jenis Siam Epang sebesar rp13 ribu hingga Rp14 ribu per kg.
Dengan distribusi langsung kepada konsumen meski hanya sebatas dikalangan ASN. Petani cukup merasa puas karena mereka bisa menikmati langsung hasil penjualan beras mereka. Dan untungnya pun dinilai lebih besar jika harus menjual dalam bentuk gabah kering.
“Kami sangat bersyukur atas bantun pemerintah daerah yang meminta semua pegawai membudayakan konsumsi beras hasil petani lokal ini. Soalnya selama ini kami menjual dengan harga murah kepada tengkulak,” kata ketua Pemuda Tani Kecamatan Teluk Sampit, Abdul Rasyid.
Jumat (28/10) lalu, Wakil Bupati Kotim, HM Taufiq Mukri, resmi meluncurkan beras petani local Siam Epang Cap Ikan Jelawat. Peluncuran itu ditandai dengan pembelian beras petani local itu oleh Wakil Bupati Kotim M Taufiq Mukri.
Tidak tanggung-tanggung, Taufiq Mukri langsung memesan 50 kilogram beras Siam Epang untuk konsumsi di rumahnya. “Tadi pak wakil bupati memesan 50 kilogram langsung,” ujar Rasyid. (RAFIUDIN/N).








