BORNEONEWS, Sampit – Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Dadang Siswanto, mendorong pemerintah daerah untuk memberikan dukungan nyata kepada investor yang berminat membangun fasilitas kesehatan di wilayah ini.
Menurutnya, langkah itu penting untuk mengatasi ketimpangan rasio pasien dan fasilitas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit.
“Pemerintah daerah harus menyambut dengan baik, bukan hanya sekadar retorika. Yang dibutuhkan kawan-kawan investor bukan hanya kemudahan perizinan, tapi juga atensi serius. Kalau perlu, dilakukan sharing berupa hibah tanah dari pemerintah daerah sesuai kemampuan keuangan,” kata Dadang, Senin, 11 Agustus 2025.
Dadang menjelaskan, saat kunjungan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Palangkaraya, pihaknya memaparkan kondisi pelayanan kesehatan di Kotim. Rasio antara jumlah pasien dan tenaga kesehatan di RSUD dr Murjani saat ini dinilai sudah tidak ideal berdasarkan aturan Kementerian Kesehatan.
“Kalau ingin mengurai jumlah pasien, langkahnya pertama memperluas layanan. Jika rawat jalan tersumbat antrian, maka kita tambah. Jika tenaga kesehatan kurang, kita tambah. Semua ujungnya memerlukan anggaran besar. Karena kemampuan keuangan daerah terbatas, maka solusinya adalah mengundang investor untuk berinvestasi di bidang kesehatan,” ujarnya.
Menurutnya, Muhammadiyah telah menyatakan minat membangun rumah sakit di Sampit. Untuk itu, Pemkab Kotim diharapkan memberikan dukungan, misalnya pembebasan atau hibah lahan di lokasi strategis. Bukan hanya sekedar kemudahan perizinan saja.
“Kemarin Muhammadiyah sudah meninjau lahan. Jika lokasi idealnya di lingkar utara, maka pemerintah daerah bisa membeli tanah di sana. Itu bentuk keseriusan dan tanggung jawab untuk meningkatkan derajat kesehatan di Kotim. Harga tanah di kawasan tersebut masih terjangkau, dan sesuai Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) serta RTRWP, wilayah itu termasuk kawasan jasa dan industri,” jelasnya.
Dadang menegaskan, penyediaan lahan bagi investor akan menjadi langkah terukur dan strategis untuk menambah fasilitas kesehatan setingkat rumah sakit di Kotim, sehingga beban RSUD dr. Murjani dapat berkurang. (DEWI PATMALASARI/H)









