PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Berdasarkan hasil deteksi dini Pemetaan Risiko Berbasis Analisa Dini (Perisai), kondisi di Kota Palangka Raya pada tanggal 11 Agustus 2025 menunjukkan tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah berada pada level sangat rendah.

Plt Kepala BPBD Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi mengatakan kondisi ini disebabkan oleh hujan yang terjadi di Palangka Raya pada hari Sabtu dan Minggu. Hujan tersebut secara signifikan mengurangi potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.

"Dengan adanya hujan, lapisan atas permukaan tanah menjadi lebih lembab, sehingga tingkat kemudahan terbakar sangat rendah," ujar Hendrikus, Senin, 11 Agustus 2025.

Data Perisai menunjukkan bahwa wilayah Palangka Raya berwarna biru, yang mengindikasikan kondisi yang aman dari potensi karhutla.

BPBD Kota Palangka Raya terus memantau perkembangan situasi melalui sistem Perisai. Masyarakat dapat mengakses informasi terkini mengenai tingkat risiko karhutla di Kota Palangka Raya melalui situs resmi BPBD di bpbd.palangkaraya.go.id/perisai.

Hendrikus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran, meskipun kondisi saat ini relatif aman.

"Kami berharap masyarakat dapat terus menjaga lingkungan dan melaporkan jika menemukan potensi terjadinya kebakaran," tambahnya.

Dengan adanya pemantauan yang ketat dan partisipasi aktif dari masyarakat, diharapkan Kota Palangka Raya dapat terhindar dari bencana karhutla.

"BPBD Kota Palangka Raya akan terus berupaya memberikan informasi yang akurat dan cepat kepada masyarakat untuk mendukung upaya pencegahan karhutla," pungkasnya. (PATHUR/H)