BORNEONEWS, Kotawaringin Barat - Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Barat, Hj. Nurhidayah dan Ahmadi Riansyah atau populer dengan sebutan NURANI sudah mengantongi formula untuk menghidupkan pasar-pasar tradisional di Bumi Marunting Batu Aji. Hal ini terkait dengan keluhan para pedagang  yang mengatakan aktivitas perdagangan di pasar-pasar tradisional saat ini sangat sepi.

"Kita mendengar aspirasi yang berkembang di masyarakat Sumber Agung, khususnya para pedagang dan kami pasangan NURANI sudah memiliki formula bagaimana menghidupkan pasar-pasar tradisional di Kabupaten Kotawaringin Barat," kata Calon Wakil Bupati Kotawaringin Barat, Ahmadi Riansyah dalam kampanye Pilkada Kotawaringin Barat 2017, saat mengunjungi pedagang di pasar Sumber Niaga IV, Desa Sumber Agung, Kecamatan Pangkalan Lada, Kotawaringin Barat (Kobar), Senin (31/10/2016).

Menurut Ahmadi Langkah-langkah konkret yang akan dilakukan adalah dengan membuat Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur perusahaan-perusahaan terdekat dengan pasar tradisional untuk mengarahkan karyawannya saat berbelanja kebutuhan pokoknya agar tidak menumpuk di satu pasar saja.

Hal itu bertujuan guna pemerataan kunjungan pembeli dan geliat ekonomi bisa berjalan secara merata di Kabupaten Kotawaringin Barat. 

Dia juga mengatakan selain itu pedagang juga menyampaikan aspirasi tentang perluasan pembangunan pasar Sumber Niaga IV, untuk itu komitmen mereka nantinya salah satunya adalah bagaimana menjadikan pasar tradisional terasa aman dan nyaman sehingga sehingga pembeli dan penjual akan merasa kerasan saat melakukan aktifitas perdagangan.

"Pasar ini merupakan kebutuhan masyarakat dan pasar merupakan tempat bertemunya pembeli dan penjual jadi bagaimana menjadikan pasar tradisional menjadi tempat perbelanjaan yang nyaman dan aman juga menjadi bagian komitmen kami," tegas Ahmadi Riansyah.

Saat ditanyakan banyaknya pasar tradisional yang mangkrak ia menegaskan bahwa hal itu diakibatkan karena roda perekonomian tidak jalan dan hal yang perlu dilakukan adalah bagaimana roda perekonomian jalan, perkapital tinggi dan pendapat masyarakat meningkat.

"Caranya roda perputaran uang di Kobar harus berjalan terus salah satunya dengan percepatan anggaran dan penarikan investor dari luar serta bagaimana PDLB di masing-masing produk unggulan itu naik," tandas Ahmadi.

Selain menyambangi pasar Sumber Niaga IV Desa Sumber Agung, calon wakil bupati bersama rombongan timses juga mengunjungi warga di kantong perdagangan Simpang Runtu serta pasar Pangkalan Dewa.

Calon wakil bupati juga menyempatkan menghadiri kegiatan tatap muka dengan warga Desa Pangkalan Tiga serta dengan warga Lada Mandala Jaya.

Pedagang Pasar Sumber Niaga IV Curhat

Kedatangan rombongan calon wakil bupati Kobar ke Pasar Sumber Niaga IV tidak disia-siakan oleh pedagang. Pedagang yang rata-rata  ibu-ibu ini curhat. Mereka meminta kepada Calon pemimpinnya agar mengarahkan karyawan perusahaan setiap tanggal gajihan karyawan untuk berbelanja di pasar Sumber Agung.

Hal ini bertujuan agar pasar Tradisional terbesar di Pangkalan Lada itu kembali seperti dulu, setiap bulan karyawan dari perusahaam berbelanja kebutihan pokok di tempat mereka.

"Kami minta dalam satu bulan sekali saja pak agar dagangan kami cepat habis dan pasar dapat hidup seperti dulu," kata Ibu Slamet salah satu pedagang di pasad tersebut. (KOKO SULISTYO/N).