PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ketua DPRD Kotawaringin Barat (Kobar) Mulyadin mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, sekalipun dalam skala kecil untuk crgah terjadinya karhutla.

Pasalnya, menurut Mulyadin, Senin, 11 Agustus 2025 dalam beberapa waktu ini cuaca panas dan kering yang melanda wilayah Kobar. 

"Sehingga pencegahan karhutla harus jadi prioritas untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Lantaran banyak kejadian kebakaran hutan dan lahan yang bermula dari aktivitas pembakaran yang disengaja namun tidak terkendali. Akibatnya, api cepat meluas dan membakar area lain, sehingga sulit dipadamkan,” jelas Mulyadin.

Mulyadin mengatakan kebakaran yang awalnya kecil bisa berubah menjadi bencana besar, terlebih di kawasan lahan gambut. 

“Kita tidak ingin kebakaran yang awalnya kecil menjadi bencana besar karena kelalaian, apalagi di lahan gambut,” jelas Mulyadin.

Selain mengimbau warga, Mulyadin juga meminta seluruh tim penanggulangan karhutla di lapangan untuk selalu siaga. Respons cepat disebutnya sangat penting agar api tidak sempat menjalar luas.

“Kesiapsiagaan ini menjadi tanggung jawab bersama, tetapi harus dijaga, terutama oleh tim BPBD dan aparat terkait,” jelas Mulyadin.

Mulyadin mengingatkan bahwa kabut asap akibat karhutla di tahun-tahun sebelumnya harus menjadi pelajaran berharga yang tidak boleh terulang. 

"Kabut asap tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada kesehatan, pendidikan, dan perekonomian daerah," jelas Mulyadin.

Mulyadin juga mengajak semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan, hingga warga desa, agar bekerja sama menjaga lingkungan. Partisipasi aktif warga dinilai sangat penting untuk menekan potensi kebakaran sejak dini.

“Mari kita sama-sama mencegah, karena mencegah jauh lebih mudah daripada memadamkan api yang sudah meluas,” tambahnya. Kita harus waspada dan selalu siap. Tidak hanya itu, mari kepada warga kita sama-sama menjaga, jangan membakar lahan,” pungkasnya. (WAHYU KRIDA/j)