PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Kondisi jalan utama yang menghubungkan 11 desa dan Kelurahan Pangkut di Kecamatan Arut Utara (Aruta), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, kini memprihatinkan.

Kerusakan membuat jalur ini sulit dilalui dan mengganggu aktivitas warga, apalagi saat musim hujan. Jalan berlumpur dan licin meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.

Padahal, jalur ini merupakan akses vital menuju sekolah, puskesmas, kantor desa, hingga pasar. Kerusakan terparah terjadi di jalur Korintiga Hutani menuju Kantor Kecamatan Aruta, sepanjang sekitar 3 kilometer.

Saat hujan turun, jalan berubah menjadi lumpur tebal sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat kesulitan melintas.

Tokoh masyarakat setempat, Yoner, menyampaikan keprihatinannya.

"Kami sadar, tanpa dukungan dari pemerintah, Arut Utara tidak akan bisa berkembang. Kami harap jalan ini bisa segera diperbaiki secara permanen, bukan hanya tambal sulam,” ujarnya, Senin, 11 Agustus 2025.

Kasi Tata Pemerintahan Kelurahan Pangkut, Sayup, mengatakan laporan kerusakan sudah diterima sejak beberapa bulan lalu. Menurutnya, upaya perbaikan sementara sempat dilakukan dengan penimbunan oleh perusahaan sekitar, termasuk Korintiga Hutani.

“Namun, karena hujan deras, jalan cepat rusak lagi. Jalur ini satu-satunya akses dari Korintiga Hutani menuju pusat kecamatan dan Pangkalan Bun,” jelasnya.

Pemerintah setempat akan terus mengajukan perbaikan, agar jalan ini menjadi prioritas pembangunan. Jalan yang baik bukan hanya untuk kelancaran transportasi, tapi juga membuka peluang pembangunan sektor lain di Arut Utara. (DANANG/j)