BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Sebuah insiden lalu lintas yang aneh dan membingungkan terjadi pada Senin malam, 11 Agustus 2205, di Kapuas. Para relawan dari BPK (Barisan Pemadam Kebakaran) menerima dua laporan evakuasi korban kecelakaan di lokasi berbeda, namun ternyata korbannya adalah orang yang sama dengan kendaraan yang sama pula.
Kejadian ini membuat para relawan sempat kebingungan saat hendak mengevakuasi korban.
Menurut Fauzi, salah satu relawan BPK di Kapuas, laporan pertama diterima dari Jalan Kalimantan. Korban dilaporkan terkapar di pinggir jalan bersama motornya. Tim relawan segera meluncur ke lokasi untuk memberikan pertolongan. Namun, sebelum mereka sampai di sana, laporan kedua masuk, menyebutkan adanya korban kecelakaan di area Bundaran Besar. Awalnya, relawan mengira ini adalah dua kejadian terpisah.
Kejutan terjadi ketika tim relawan tiba di lokasi Bundaran Besar. Mereka menemukan bahwa korban dan motornya identik dengan laporan pertama.
"Kejadian ini sempat membingungkan relawan. Kami sudah dapat laporan korban terkapar di Jalan Kalimantan, eh, enggak lama dapat laporan lagi di Bundaran Besar. Ternyata orangnya sama," ujar Fauzi.
Peristiwa ini memicu dugaan bahwa pengendara motor tersebut berpindah lokasi setelah kecelakaan pertama, atau bahkan mengalami kecelakaan kedua.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa motor yang terlibat adalah jenis Beat berwarna putih, yang dikendarai oleh seorang pemuda. Pemuda tersebut diduga kuat berkendara dalam keadaan mabuk, yang membuat kontrol atas kendaraannya hilang. Hal ini terlihat dari kondisi korban saat ditemukan.
"Posisinya ditemukan tertelungkup, sempat dikira tak bernyawa, namun saat evakuasi masih bergerak dan bernafas," ucap salah satu pengendara yang .elintas.
Setelah memastikan korban dalam keadaan sadar dan tidak mengalami luka serius, tim relawan BPK memutuskan untuk mengantar pemuda tersebut pulang ke rumahnya. Hal ini dilakukan untuk mencegahnya kembali berkendara dan membahayakan dirinya.
"Akhirnya pengendara diantar pulang ke rumah oleh relawan," tutup Fauzi, mengakhiri kisah nahas nan unik tersebut.
Insiden ini sontak menjadi perhatian dan kekhawatiran bagi para relawan. Mereka berulang kali mengimbau masyarakat untuk tidak berkendara dalam kondisi tidak memungkinkan, apalagi setelah mengonsumsi minuman beralkohol.
Kondisi yang tidak terkendali saat berkendara sangat membahayakan diri sendiri dan juga pengguna jalan lain. Relawan berharap kesadaran masyarakat bisa meningkat agar kejadian serupa tidak terulang kembali. (SABRIANOOR/H)








