BORNEONEWS, Sampit – Persatuan Persaudaraan Pengangkut Sampah (Pedrosa) Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mendukung sosialisasi pemilahan sampah dari rumah tangga yang digagas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim.
Ketua Pedrosa Mentawa Baru Ketapang Amid Hargo Utomo mengatakan, organisasi yang ia pimpin saat ini memiliki sekitar 80 anggota dengan 52 unit kendaraan roda tiga (tossa) yang beroperasi di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Kecamatan Baamang. Setiap anggota rata-rata melayani 50 kepala keluarga (KK), sehingga totalnya mencapai sekitar 4.000 KK pelanggan jasa angkut sampah Pedrosa.
"Anggota kami ada yang memakai gerobak, tossa, dan mobil bak terbuka. Beberapa waktu lalu kami menerima kartu identitas resmi dari DLH Kotim. Kartu ini sangat bermanfaat untuk ketertiban anggota, sehingga tidak dianggap berdiri liar. Jika ada masalah di tengah masyarakat, bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya, Selasa, 12 Agustus 2025.
Ia menambahkan, kartu identitas tersebut juga diharapkan memudahkan anggota dalam memperoleh bahan bakar minyak (BBM), mengingat selama ini pengangkut sampah kerap mengalami kendala pasokan.
Terkait sosialisasi pemilahan sampah, Amid menyebut program ini akan berdampak positif bagi lingkungan dan kesejahteraan anggota jika terealisasi.
"Dengan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga, otomatis sampah yang tersisa atau tidak terpakai akan berkurang. Pemilahan juga bisa menambah pendapatan anggota, karena sampah organik dapat dimanfaatkan untuk kompos, sementara sampah anorganik dapat diolah menjadi bahan industri seperti sandal, sepatu, dan tas," imbuhnya.
Meski saat ini pengolahan sampah anorganik di Kotim belum sampai tahap produksi industri, Amid berharap ke depan, melalui koordinasi antara DLH Kotim dan Pedrosa, pengelolaan sampah dapat lebih optimal dan berkelanjutan. (DEWI PATMALASARI/H)









