BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Rusdiansyah menekankan pentingnya langkah preventif dalam mencegah kebocoran data dan serangan siber pada sistem layanan publik daerah.
Menurutnya keamanan siber sudah menjadi kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya pemanfaatan teknologi informasi di pemerintahan.
Ia menyebut setiap Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) perlu membentuk tim khusus keamanan siber yang bertugas memantau, mendeteksi, dan merespons potensi ancaman digital.
“Dengan adanya tim siber di masing-masing SOPD, risiko kebocoran data dan gangguan layanan publik bisa diminimalisasi,” ujarnya, Senin, 11 Agustus 2025.
Rusdiansyah menjelaskan serangan siber dapat berdampak luas, mulai dari terganggunya pelayanan administrasi hingga hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem pemerintahan.
Oleh karena itu langkah penguatan keamanan digital harus menjadi prioritas dalam tata kelola pemerintahan modern.
Selain membentuk tim siber, ia juga mendorong adanya pelatihan berkala bagi aparatur pemerintah terkait keamanan informasi.
“Kemampuan teknis dan kesadaran pegawai dalam menjaga kerahasiaan data sama pentingnya dengan teknologi pengaman itu sendiri,” tambahnya.
Politisi PKB ini juga mengingatkan bahwa kerja sama dengan lembaga keamanan siber nasional atau pihak berkompeten lainnya sangat diperlukan.
Hal ini untuk memastikan sistem pengamanan yang digunakan telah sesuai standar dan mampu menghadapi berbagai jenis ancaman yang berkembang.
“Keamanan data adalah bagian dari pelayanan publik yang berkualitas. Jika data masyarakat aman, kepercayaan publik akan meningkat dan kinerja pemerintahan akan lebih optimal,” pungkasnya. (MARINI/R)









