PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sri Ani Rintuh mengingatkan pemerintah untuk serius menyikapi tingginya kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hingga pertengahan tahun ini.

Ia menyebutkan sampai sekarang ini telah terjadi 77 kasus karhutla yang menghanguskan total 23,30 hektare lahan. Tentunya hal ini menjadi sesuatu yang harus direspon serius guna mengantisipasi kejadian yang lebih besar.

"Kondisi ini harus menjadi peringatan serius bagi semua pihak untuk meningkatkan langkah-langkah pencegahan secara terukur dan berkelanjutan," katanya, Selasa 12 Agustus 2025.

Terkait penanganan Karhutla ini, Sri menekankan pentingnya pencegahan dibandingkan penanggulangan ketika api sudah meluas. Langkah pencegahan dianggap lebih efektif untuk menghindari masalah yang besar.

Sri menilai patroli rutin ke wilayah rawan karhutla harus menjadi kegiatan prioritas, khususnya pada musim kemarau seperti saat ini. Dengan keberadaan petugas di lapangan, potensi kebakaran bisa segera terdeteksi dan diantisipasi lebih dini.

"Pemerintah harus rutin melakukan sosialisasi, terutama di wilayah pinggiran kota yang masih sering melakukan pembakaran untuk membuka lahan pertanian. Ini harus dihentikan," pungkasnya. (PATHUR/R)