SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Maraknya aktivitas bermain layang-layang di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, menjadi perhatian serius dari TNI Angkatan Udara (AU). Pasalnya, kegiatan ini dikhawatirkan dapat mengganggu keselamatan penerbangan di Bandara Haji Asan.

Komandan Pos TNI AU di Sampit, Letnan Zulkarnain, mengungkapkan bahwa pihaknya sering menemukan layang-layang di sekitar runway bandara saat pemeriksaan sebelum penerbangan. 

"Jadi kita sebelum penerbangan itu kan ada namanya pemeriksaan di bandara. Di runway itu kita sering menemukan layang-layang di situ," ujarnya saat acara Coffee Morning di rumah jabatan Bupati Kotawaringin Timur, Selasa, 12 Agustus 2025.

Zulkarnain menjelaskan bahwa masalah ini perlu menjadi perhatian bersama karena menyangkut keselamatan penerbangan. Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) harus steril dari ancaman gangguan, termasuk layang-layang. Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan, karena sudah pernah ditemukan benang layang-layang yang tersangkut di pesawat saat pemeriksaan.

"Tetapi memang apalagi sekarang anginnya kan cenderung ke arah barat utara, jadi layang-layang terbang dari wilayah (kecamatan) Ketapang pun bisa (sampai bandara) nanti kalau putus. Yang kita khawatirkan yang putus itu bisa terbawa ke arah bandara," jelas Zulkarnain.

Menanggapi hal ini, Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, menyatakan bahwa pemerintah daerah telah membuat surat imbauan kepada warga agar tidak bermain layang-layang, terutama di sekitar KKOP Bandara Haji Asan Sampit. Mengingat situasi terkini, ia kembali memerintahkan pembuatan surat imbauan serupa.

"Saya minta camat, lurah dan semua pihak terkait untuk turun bersama mensosialisasikan kembali ini kepada masyarakat kita. Ini tolong menjadi perhatian karena ini menyangkut keselamatan penerbangan," tegas Halikinnor.

Pemerintah daerah berharap imbauan ini dapat dipatuhi oleh masyarakat demi menjaga keselamatan penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit. (DEVIANA/j)