BORNEONEWS, Palangka Raya - Kota Palangka Raya memiliki 45 kelompok Pemadam Swakarsa. Tenaga pemadam ini dibentuk dan diperuntukkan bagi warga.

Wakil Wali Kota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio mengtakan itu menyikapi minimnya perhatian pemerintah pusat terhadap kelengkapan armada pemadam kebakaran pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Kota Palangka Raya.

"Beruntung kita dengan 45 pemadam swakarsa dengan total 900 orang yang bekerja tidak dihonor, tidak digaji, sukarela, untuk menjaga wilayahnya masing-masing. Dengan mobil yang saya juga tidak tau mereka dapatnya dari mana, dimodifikasi, mereka bisa melakukan itu," ungkap Mofit, Selasa (1/11/2016).

Mofit mengatakan, Kota Palangka Raya yang luas ini membutuhkan sejumlah kekuatan armada yang tidak sedikit. Hal ini menyebabkan perjanjian kerjasama antara Pemerintah Kota Palangka Raya dengan Jepang dalam perjanjian hibah luar negeri untuk mendatangkan 15 armada pemadam kebakaran terasa sangat kecil.

"Bukan maksud saya mengecilkan jumlah hibah ini. Tapi Palangka Raya ini memiliki kewilayahan yang sangat spesifik, yang membutuhkan peralatan dan daya dukung yang besar. Malu rasanya kalau pemerintah kota tidak mempunyai kekuatan itu," ujar Mofit.

Mofit menyebutkan, pihaknya masih memiliki utang untuk mendatangkan 10 lagi armada pemadam kebakaran setelah baru-baru ini resmi menerima empat mobil damkar dan satu ambulans sebagai hibah luar negeri.

"Saya masih punya utang untuk mendatangkan sejumlah kendaraan untuk Palangka Raya dari Jepang," pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/m)