SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotawaringin Timur (Kotim) terus menggencarkan gerakan pangan murah untuk menekan harga bahan pangan diantaranya beras dan komoditas lainnya di wilayah tersebut. 

Menurut Analis Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Kotawaringin Timur Mira, gerakan pangan murah ini merupakan upaya untuk membantu masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga terjangkau.

"Gerakan pangan murah akan kembali kami gelar pada Rabu, 13 Agustus 2025 di Taman Kota Sampit. Gerakan pangan murah ini untuk masyarakat umum," ujarnya, Selasa, 12 Agustus 2025.

Dalam gerakan pangan murah ini, berbagai komoditas dijual dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar. Beberapa di antaranya adalah bawang merah Rp 52 ribu per kg, bawang putih Rp32 ribu per kg, beras SPHP Rp 60 ribu per kemasan 5 kg, minyak curah Rp15.500 per liter, gula pasir Rp16.500 per kg dan telur ayam Rp53 ribu per sap.

"Harga ini lebih murah dari harga di pasar, ini akan rutin diselenggarakan setiap bulannya di tahun 2025," imbuhnya. 

Inisiatif gerakan pangan murah ini sesuai dengan arahan Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor. Hal ini dilakukan mengingat adanya kenaikan harga beras, meskipun stok beras di Bulog melimpah.

Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor, menekankan pentingnya gerakan pangan murah dilaksanakan secara rutin untuk membantu masyarakat mendapatkan harga pangan pokok yang lebih murah. 

"Gerakan pangan murah harus rutin dilaksanakan untuk membantu masyarakat mendapatkan harga pangan pokok yang lebih murah. Selain itu diharapkan mampu menekan harga pangan yang saat ini sedang melambung seperti beras," katanya.

Dengan adanya gerakan pangan murah ini, diharapkan masyarakat Kotim dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau. (DEVIANA/j)