PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa konsumsi rumah tangga mengalami peningkatan signifikan pada triwulan II 2025. Lonjakan ini terutama terjadi pada konsumsi non-makanan, yang dipicu oleh berbagai momen perayaan hari besar keagamaan, kenaikan kelas, serta sejumlah libur panjang yang terjadi dalam periode tersebut.

“Fenomena ini menunjukkan bahwa aktivitas sosial dan budaya masyarakat sangat berpengaruh terhadap pola konsumsi,” ujar Agnes pada Selasa, 12 Agustus 2025.

Ia menambahkan bahwa peningkatan konsumsi non-makanan mencerminkan pergeseran kebutuhan rumah tangga yang lebih beragam, terutama dalam menyambut momen-momen penting.

Dari sisi pembiayaan, konsumsi rumah tangga turut didorong oleh kebijakan pemerintah dalam bentuk pemberian gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Selain itu, belanja bantuan sosial (bansos) pemerintah tercatat meningkat tajam sebesar 431,62 persen secara kuartalan (q-to-q), dan naik 11,25 persen secara tahunan (y-on-y), memberikan dorongan daya beli yang signifikan bagi masyarakat.

Agnes menjelaskan bahwa peningkatan belanja bansos ini menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas konsumsi di tengah tantangan ekonomi global.

“Bansos yang meningkat tidak hanya membantu kelompok rentan, tetapi juga memperkuat konsumsi agregat,” katanya.

Sementara itu, rumah tangga yang bergerak di sektor pertanian juga menunjukkan tren positif. Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat berada di atas angka 100 dan mengalami kenaikan sebesar 7,01 persen secara tahunan. Hal ini menandakan bahwa pendapatan petani relatif lebih baik dibandingkan pengeluaran mereka, sehingga turut memperkuat daya beli di pedesaan.

Dengan berbagai faktor pendorong tersebut, BPS Kalimantan Tengah memproyeksikan bahwa konsumsi rumah tangga akan tetap menjadi komponen utama dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Agnes menekankan pentingnya menjaga momentum ini melalui kebijakan yang mendukung daya beli dan produktivitas masyarakat secara berkelanjutan. (TESTI PRISCILLA/j)