BORNEONEWS, Sampit - Badan Pusat Statistik (BPS) Kotawaringin Timur (Kotim) mencatat, pada Juli 2025, Sampit mengalami inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 2,46 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,80.
Kepala BPS Kotim, Eddy Surahman, menjelaskan bahwa inflasi y-on-y ini disebabkan oleh kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran.
"Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran," ujarnya, Selasa, 12 Agustus 2025.
Eddy merinci kelompok-kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan, antara lain kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,88 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,18 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,15 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,39 persen.
Kelompok kesehatan sebesar 1,82 persen, kelompok transportasi sebesar 0,35 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 3,06 persen. Kemudian kelompok pendidikan sebesar 5,83 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 5,43 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,48 persen.
"Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,08 persen," tambahnya.
Selain itu, Eddy juga menyampaikan bahwa tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) Sampit Juli 2025 sebesar 0,54 persen dan tingkat inflasi year-to-date (y-to-d) Sampit Juli 2025 sebesar 1,84 persen.
"Data ini memberikan gambaran mengenai perkembangan harga barang dan jasa di Sampit, yang dapat menjadi perhatian bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengambil kebijakan ekonomi dan keuangan," tutupnya. (DEVIANA/j)









