BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS terus memperkuat komitmennya dalam pengelolaan hutan berbasis masyarakat melalui pemanfaatan teknologi. Salah satu langkah nyata adalah penerapan aplikasi TreeAdopt di KTH Danau Seluluk Jaya, Desa Tanjung Terantang, yang kini resmi memulai uji coba pendataan pohon secara digital.
Aplikasi TreeAdopt memungkinkan tagging pohon dengan kartu NFC, pengambilan data koordinat otomatis, serta unggahan informasi secara real-time. Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm), sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas.
Perwakilan Sustainability PT SSMS Tbk, Amrin Fauzi Pratama Lubis, menegaskan bahwa dukungan terhadap teknologi ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mendorong konservasi berbasis komunitas.
“Kami ingin memastikan pengelolaan hutan berjalan transparan dan berdampak positif bagi lingkungan,” kata Amrin dalam rilisnya kepada Borneonews pada Selasa, 12 Agustus 2025.
Saat ini, TreeAdopt telah digunakan oleh tiga KTH binaan PT SSMS Tbk, dan hasil awal menunjukkan peningkatan signifikan dalam kecepatan dan ketepatan pendataan. Rencananya, aplikasi ini akan diimplementasikan ke seluruh KTH mitra perusahaan secara bertahap.
"Selain pendataan, TreeAdopt juga membuka peluang adopsi pohon oleh masyarakat umum melalui situs treeadopt.co.id. Setiap pohon yang diadopsi dilengkapi dengan informasi serapan karbon dan sertifikat partisipasi, menjadikan program ini sebagai bentuk kolaborasi antara teknologi, konservasi, dan partisipasi publik," katanya.
Dengan inovasi ini, PT SSMS Tbk tidak hanya mendorong pelestarian hutan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Sinergi antara teknologi dan komunitas menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan ekonomi di wilayah sekitar HKm. (TESTI PRISCILLA/Y)









