PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Tahap VI Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) oleh BPDP menjadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor dalam mendukung keberlanjutan industri kelapa sawit. Kegiatan yang berlangsung di Jakarta ini melibatkan BPDP, enam lembaga perbankan, dan 24 kelembagaan pekebun dari berbagai daerah.

Kolaborasi ini mencerminkan pendekatan tiga pihak yang menjadi fondasi baru dalam penyaluran dana PSR. BPDP sebagai pengelola dana, bank sebagai penyalur, dan kelembagaan pekebun sebagai penerima manfaat, bekerja sama dalam kerangka regulasi dan sistem digital yang telah diperbarui. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas program.

Dalam sambutannya, Direktur Penghimpunan Dana BPDP, Normansyah Hidayat Syahruddin menekankan pentingnya sinergi dan komitmen bersama untuk mewujudkan sawit rakyat yang berkelanjutan. Arahan dari Kepala Divisi Pemungutan Biaya dan Iuran CPO serta paparan dari Ditjen Perkebunan turut memperkuat pemahaman peserta terhadap proses bisnis dan regulasi terbaru.

"BPDP juga menghadirkan PT Sucofindo (Persero) sebagai mitra pendamping teknis untuk memastikan bahwa proses pencairan dana berjalan sesuai ketentuan. Kehadiran tim surveyor independen ini menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola dan pengawasan program PSR di lapangan," kata Normansyah dalam rilisnya pada Selasa, 12 Agustus 2025.

Setiap kelembagaan pekebun yang hadir akan menerima dana sebesar Rp60 juta per hektare, dengan skema pencairan dua tahap. Dana ini diharapkan dapat digunakan secara optimal untuk memperbarui kebun sawit rakyat yang sudah tidak produktif, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan pekebun dan daya saing industri.

"Program PSR yang telah berjalan sejak 2016 menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam menjaga keberlanjutan sektor kelapa sawit," katanya lagi.

Dengan cakupan lebih dari 165 ribu pekebun dan ratusan ribu hektare lahan, lanjutnya, program ini menjadi simbol transformasi industri sawit menuju masa depan yang lebih hijau dan inklusif. (TESTI PRISCILLA/Y)