PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kota Palangka Raya terpilih menjadi salah satu dari tujuh daerah di Kalimantan Tengah yang menjadi lokus survei Modul Kesulitan Fungsional pada Anak (CFM) yang akan dilaksanakan pada September 2025.

“Tujuh daerah, termasuk Kota Palangka Raya, juga terpilih menjadi lokus survei Modul Kesulitan Fungsional pada Anak (CFM) yang akan dilaksanakan pada September 2025,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Kalteng Sunarto di Palangka Raya, Selasa, 12 Agustus 2025.

Sunarto menyampaikan bahwa evaluasi program di Kalteng menunjukkan kemajuan signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan keluarga yang terencana dan sejahtera.

Ia menambahkan, sejumlah indikator nasional seperti Total Fertility Rate (TFR), prevalensi kontrasepsi modern, angka kelahiran remaja, Indeks Pembangunan Keluarga, serta median usia kawin pertama perempuan, seluruhnya telah melampaui target.

Selain itu, capaian sementara Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2025 mencapai 13,80 persen per 22 Juli–21 Agustus 2025.

“Penggunaan kontrasepsi modern oleh Pasangan Usia Subur (PUS) juga terus meningkat berkat peran aktif Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan kader KB di desa,” pungkasnya. (HERMAWAN DP/y)