SERUYAN –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Dalam beberapa hari terakhir, warga Kuala Pembuang dan sekitarnya dihadapkan pada kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax. Kondisi ini bahkan membuat pengecer di wilayah tersebut tidak menjual kedua jenis BBM tersebut.

Akibat kelangkaan ini, masyarakat terpaksa mengantre di dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di wilayah Kuala Pembuang. Pemandangan antrean panjang kendaraan sudah terlihat sejak dua hari terakhir, baik dari pemilik kendaraan roda dua maupun roda empat.

Seperti yang terjadi pada Selasa, 12 Agustus 2025, antrean kendaraan sudah mengular hingga ke jalan raya sejak pagi. Warga rela datang dari subuh untuk memastikan mendapatkan jatah BBM jenis Pertalite atau Pertamax.

“Mau tidak mau harus sabar mengantre, sebab di pengecer BBM jenis Pertalite dan Pertamax tidak ada yang jual, sementara kendaraan perlu BBM untuk berangkat kerja dan mengantar anak sekolah,” ujar Samsul, salah satu warga Kuala Pembuang.

Untuk memastikan pelayanan yang merata, pihak SPBU membatasi pembelian. Kendaraan roda dua hanya diperbolehkan mengisi maksimal 5 liter, sedangkan roda empat dibatasi hingga 40 liter.

Masyarakat berharap pasokan BBM dari Pertamina segera kembali normal sehingga kelangkaan ini dapat teratasi.

“Semoga segera normal, supaya kami tidak harus antre panjang seperti ini setiap hari,” tambah Samsul.

Kelangkaan BBM ini juga  menjadi perhatian pemerintah daerah setempat, mengingat kebutuhan bahan bakar sangat penting bagi kelancaran aktivitas harian, termasuk transportasi, usaha, dan layanan publik. (FAHRUL/H)