BORNEONEWS, Palangka Raya - Jumlah penumpang angkutan laut di Kalimantan Tengah mengalami penurunan pada triwulan II 2025. Penurunan ini tercatat baik secara kuartalan (quarter-to-quarter/q-to-q) maupun tahunan (year-on-year/y-on-y), menunjukkan tren penurunan mobilitas masyarakat melalui moda transportasi laut.
Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa penurunan jumlah penumpang angkutan laut ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk pergeseran preferensi moda transportasi dan kondisi cuaca yang memengaruhi pelayaran.
“Kami mencatat penurunan signifikan, yang perlu dikaji lebih lanjut untuk mengetahui penyebab utamanya,” ujar Agnes pada Rabu, 13 Agustus 2025.
Namun, di sisi lain, angkutan barang melalui laut justru menunjukkan lonjakan tajam. Secara q-to-q, terjadi kenaikan sebesar 41,60 persen, dan secara y-on-y, kenaikannya mencapai 51,36 persen. Menurut Agnes, hal ini menunjukkan bahwa sektor logistik laut tetap aktif dan bahkan meningkat, seiring dengan pertumbuhan aktivitas ekonomi dan distribusi barang antarwilayah.
“Peningkatan angkutan barang ini mencerminkan dinamika perdagangan yang tetap kuat, meskipun mobilitas penumpang menurun,” tambah Agnes.
Ia menekankan pentingnya infrastruktur pelabuhan dan efisiensi distribusi untuk mendukung tren positif ini.
Sementara itu, angkutan udara menunjukkan tren yang berbeda. Jumlah penumpang angkutan udara meningkat sebesar 10,30 persen secara q-to-q dan 17,95 persen secara y-on-y. Agnes menyebutkan bahwa peningkatan ini bisa dikaitkan dengan pulihnya sektor pariwisata dan meningkatnya mobilitas masyarakat pasca-pandemi.
“Transportasi udara menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang membutuhkan efisiensi waktu, terutama untuk perjalanan antarprovinsi,” tutur Agnes.
BPS Provinsi Kalimantan Tengah akan terus memantau perkembangan ini sebagai bagian dari indikator mobilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah. (TESTI PRISCILLA/H)









