BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Antrean panjang kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah Kecamatan Seruyan Hilir dan Seruyan Hilir Timur masih terjadi hingga hari ini, Rabu, 13 Agustus 2025.
Warga harus rela menunggu berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), jenis Pertalite dan Pertamax.
Pantauan di SPBU Jalan Ir. Soekarno, Desa Persil Raya, antrean kendaraan roda dua maupun roda empat sudah terlihat sejak subuh.
Kondisi serupa juga terjadi di SPBU Pematang Panjang, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, di mana antrean panjang terbentuk sejak pagi hari.
Haris, salah satu warga, mengaku terpaksa mengantre karena tidak adanya stok BBM yang dijual pengecer, baik Pertalite maupun Pertamax.
“Lantaran tidak tersedianya BBM di pengecer, terpaksa harus rela antre panjang dan memakan waktu berjam-jam di SPBU,” ujarnya,
Haris menambahkan, sebelumnya ia sudah berkeliling mencari pengecer, namun sama sekali tidak menemukan penjual BBM.
Hal senada diungkapkan Ipah, warga lainnya. Ia mengaku kesulitan mendapatkan BBM hingga tidak bisa mengantar anaknya ke sekolah.
“Mudah-mudahan bisa segera normal, krisis BBM saat ini sudah menyulitkan semua aktivitas masyarakat,” keluhnya.
Situasi ini membuat warga berharap agar pasokan BBM segera kembali normal, sehingga aktivitas harian mereka dapat berjalan lancar tanpa hambatan. (FAHRUL/H)









