BORNEONEWS, Palangka Raya - Upaya peningkatan kapasitas dan kemampuan petani kelapa sawit terus digencarkan melalui pelatihan berbasis modul yang relevan dengan kebutuhan lapangan.
Kali ini, Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta atau AKPY kembali menyelenggarakan pelatihan intensif bagi para petani sawit dari Kabupaten Lamandau dan Sukamara, Provinsi Kalimantan Tengah.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam pengembangan sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit atau SDMPKS.
Direktur AKPY, Dr Sri Gunawan menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi antara AKPY sebagai penyelenggara, Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP sebagai pendukung dana, dan Direktorat Jenderal Perkebunan atau Ditjenbun yang merekomendasikan peserta.
Kolaborasi ini menjadi wujud nyata dari sinergi antar-lembaga dalam mendukung penguatan kapasitas petani sawit di daerah.
"Melalui tiga jenis pelatihan ini, diharapkan kompetensi para petani sawit meningkat. Karena pentingnya memahami aspek pemetaan, sarana prasarana, serta panen dan pascapanen, untuk mendukung dan menjalankan usaha perkebunan kelapa sawit secara optimal," ujar Sri Gunawan dalam rilisnya pada Rabu, 13 Agustus 2025.
Dengan adanya pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kebun mereka.
"Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam mendorong transformasi sektor perkebunan kelapa sawit yang lebih profesional, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi di tingkat lokal maupun nasional," katanya.
Pelatihan berlangsung selama lima hari, mulai 11 hingga 15 Agustus 2025, di salah satu hotel di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
Sebanyak 155 peserta mengikuti pelatihan yang terbagi dalam tiga jenis, yaitu Panen dan Pascapanen, Pengelolaan Sarana Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit, serta Teknis Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit.
Setiap jenis pelatihan dirancang untuk menjawab tantangan teknis dan manajerial yang dihadapi petani dalam mengelola kebun secara berkelanjutan.
Dari Kabupaten Lamandau, pelatihan Panen dan Pascapanen Kelapa Sawit diikuti oleh 29 peserta, sementara pelatihan Teknis Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit diikuti oleh 30 peserta.
Dari Kabupaten Sukamara, pelatihan Panen dan Pascapanen diikuti oleh 30 peserta, Pengelolaan Sarana Prasarana oleh 30 peserta, dan Teknis Pemetaan Lokasi oleh 32 peserta.
Pembagian ini menunjukkan antusiasme petani dalam memperdalam pengetahuan sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah.(TESTI PRISCILLA/R)









