PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Perekonomian Kalimantan Tengah pada triwulan II 2025 menunjukkan dinamika yang menarik.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, lima lapangan usaha tercatat memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Kelima sektor tersebut adalah industri pengolahan, perdagangan, pertanian, pertambangan, dan transportasi.

Sektor industri pengolahan dan perdagangan menjadi motor utama yang mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

“Industri pengolahan menunjukkan tren positif karena meningkatnya permintaan produk lokal, sementara perdagangan tumbuh seiring dengan mobilitas dan konsumsi masyarakat yang membaik,” kata Agnes pada Rabu, 13 Agustus 2025.

Sektor pertanian juga tetap menjadi tulang punggung ekonomi Kalteng, terutama di wilayah pedesaan. Transportasi mengalami peningkatan seiring dengan perbaikan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah. Sementara itu, sektor pertambangan masih menyumbang besar meski mengalami tekanan.

Namun tidak semua sektor menunjukkan kinerja positif. Tiga lapangan usaha tercatat mengalami kontraksi, yakni pertambangan, pengadaan listrik, dan administrasi pemerintahan.

“Kontraksi di sektor pertambangan disebabkan oleh penurunan harga komoditas dan pembatasan produksi. Sementara pengadaan listrik terdampak oleh efisiensi operasional dan penurunan konsumsi industri,” jelas Agnes.

Administrasi pemerintahan juga mengalami penurunan, yang menurut Agnes dipengaruhi oleh efisiensi anggaran dan penyesuaian belanja daerah. Meski demikian, ia menekankan bahwa kontraksi ini bersifat temporer dan diharapkan membaik pada triwulan berikutnya.

Agnes menutup dengan optimisme bahwa struktur ekonomi Kalimantan Tengah tetap tangguh.
“Dengan dukungan sektor-sektor utama dan kebijakan yang adaptif, kami yakin pertumbuhan ekonomi akan terus berlanjut secara berkelanjutan,” pungkasnya.(TESTI PRISCILLA/R)