SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Ketua DPRD Kotawaringin Timur Rimbun mengatakan perlu kerja sama antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengatasi banjir yang terjadi di Sampit akibat drainase tersumbat.

"Kami meminta pemerintah daerah melakukan normalisasi saluran drainase yang tersumbat. Juga kepada seluruh elemen masyarakat untuk bergotong-royong di lingkungannya agar tidak terjadi lagi banjir setiap turun hujan," kata Rimbun, Rabu, 13 Agustus 2025.

Dirinya juga meminta ketegasan pemerintah daerah terhadap pihak-pihak yang menutup aliran drainase dengan bangunan atau lapak usaha. 

“Kalau memang ada drainase yang ditutup, apalagi oleh bangunan milik pengusaha, harus dibongkar. Jangan sampai segelintir orang mengorbankan masyarakat banyak," ujarnya. 

Sebelumnya pada Selasa, 12 Agustus 2025, banjir terjadi di sejumlah ruas jalan di Sampit setelah hujan deras melanda beberapa jam. Bahkan banjir sampai masuk rumah warga dan 2 sekolah.

Berdasarkan data BPBD Kotim, banjir terjadi di 16 titik. Di Kecamatan Baamang diantaranya Jalan HM Arsyad km 2,5, Jalan Soeprapto Selatan, Jalan H Anang Santawi, Jalan Pelita Timur, Jalan Panjaitan, Jalan Kopi, Jalan Anggur 3, Jalan Pinang 4, dan Jalan Mangga 4.

Sementara di Kecamatan Baamang banjir terjadi di Jalan Taman Siswa, Gang Tinjau, Jalan Sarigading Darat, Jalan Walter Condrat, Jalan Christopel Mihing, Jalan Perum Borneo Regency, dan Simpang Lampu Merah Tidar.

Dua sekolah juga turut terendam banjir yaitu SD NU di Jalan Soeprapto, dan SD Muhammadiyah di Jalan Pelita. (DEWI PATMALASARI/y)