BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya, Jati Asmoro, menegaskan pentingnya memastikan ketersediaan imunisasi dan vaksin di seluruh layanan kesehatan sebagai langkah pencegahan penyakit menular pada anak.
Menurutnya, imunisasi merupakan investasi kesehatan jangka panjang yang harus terjamin baik dari sisi pasokan maupun kualitas.
Jati mengatakan, penyakit menular seperti campak, polio, difteri, dan hepatitis masih menjadi ancaman serius bagi anak-anak jika tidak mendapatkan perlindungan imunisasi yang lengkap.
“Kita harus pastikan setiap anak memperoleh imunisasi sesuai jadwal, karena ini bukan hanya melindungi individu, tetapi juga membentuk kekebalan kelompok,” ujarnya, Rabu, 13 Agustus 2025.
Ia menambahkan, pengawasan DPRD diperlukan untuk memastikan pemerintah daerah bersama Dinas Kesehatan memiliki sistem distribusi dan penyimpanan vaksin yang baik.
Hal ini penting agar vaksin tetap aman digunakan dan tidak mengalami penurunan kualitas akibat penanganan yang tidak tepat.
“Vaksin harus disimpan pada suhu tertentu, dan ini memerlukan fasilitas yang memadai di setiap puskesmas atau klinik,” jelasnya.
Menurut Jati, salah satu tantangan yang kerap dihadapi adalah keterlambatan distribusi atau kurangnya stok vaksin di daerah terpencil. Kondisi ini bisa membuat jadwal imunisasi anak tertunda, sehingga meningkatkan risiko penularan penyakit.
“Tidak boleh ada anak yang terlewat imunisasi hanya karena stoknya kosong,” tegasnya.
Ia juga menekankan perlunya edukasi kepada orang tua terkait pentingnya imunisasi lengkap. Masih ada sebagian masyarakat yang enggan membawa anaknya imunisasi karena kurangnya pemahaman atau adanya informasi keliru tentang efek samping vaksin.
“Pemerintah harus aktif memberikan sosialisasi agar masyarakat paham bahwa manfaat imunisasi jauh lebih besar dibandingkan risikonya,” katanya.
Selain memastikan ketersediaan vaksin, Jati mendorong adanya pelatihan rutin bagi tenaga kesehatan untuk menjaga kualitas pelayanan imunisasi. Hal ini termasuk kemampuan komunikasi dalam memberikan penjelasan yang meyakinkan kepada orang tua anak.
“Tenaga kesehatan yang terampil akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat,” ujarnya.
DPRD Palangka Raya, kata Jati, akan terus mengawasi kebijakan dan pelaksanaan program imunisasi agar berjalan efektif. Pengawasan ini juga mencakup anggaran kesehatan yang dialokasikan untuk pengadaan vaksin dan sarana pendukungnya.
“Kita ingin memastikan setiap rupiah anggaran kesehatan digunakan untuk melindungi generasi masa depan,” ucapnya.
Dengan pengawasan yang ketat, ketersediaan vaksin yang terjamin, dan kesadaran masyarakat yang meningkat, Jati optimistis angka penyakit menular pada anak dapat ditekan secara signifikan.
“Imunisasi adalah benteng pertahanan pertama. Kalau ini kuat, maka masa depan anak-anak Palangka Raya akan lebih sehat,” pungkasnya. (MARINI/Y)









