JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menegaskan keterbukaan informasi publik menjadi fondasi penting dalam membangun budaya olahraga di Indonesia.

Sekretaris Kemenpora Gunawan Suswantoro mengatakan keterbukaan informasi yang luas akan meningkatkan partisipasi masyarakat untuk bergerak dan berolahraga, sejalan dengan target pemerintah menaikkan tingkat partisipasi dari 48,5 persen menjadi minimal 70 persen.

"Seminggu sekali kementerian dan lembaga berolahraga, dan setiap Jumat pagi seluruh provinsi serta kabupaten/kota kita dorong bergerak bersama," ujarnya dalam Forum Keterbukaan Informasi Publik di Kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu.

Gunawan menambahkan Kemenpora akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Komisi Informasi Pusat (KIP) RI, agar informasi terkait program, kegiatan, dan fasilitas olahraga dapat diakses secara mudah oleh publik.

Menurutnya, keterbukaan ini tidak hanya mendorong transparansi, tetapi juga membangkitkan minat masyarakat untuk ikut terlibat dalam aktivitas olahraga.

Forum yang mengangkat tema "Akses Informasi sebagai Kunci Budaya Olahraga", dihadiri Ketua KIP RI Donny Yoesgiantoro serta perwakilan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan di bidang olahraga.

Ketua KIP RI Donny Yoesgiantoro mengatakan Kemenpora sebagai badan publik kategori kementerian wajib memberikan akses informasi seluas-luasnya kepada masyarakat, kecuali yang dikecualikan sesuai undang-undang.

"Masyarakat harus tahu apa saja yang ada di Kemenpora, mulai dari program hingga penggunaan anggaran negara. Kepercayaan akan terbentuk jika semua informasinya terbuka," katanya.

Ia menilai Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kemenpora memiliki kinerja terbaik di klaster kementerian.

Namun, ia mengingatkan keterbukaan informasi publik harus menjadi kebutuhan, bukan sekadar kewajiban menjelang penilaian tahunan.

Donny menambahkan, keterbukaan informasi publik dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam berolahraga, sehingga tercipta budaya olahraga yang sehat, partisipatif, dan berkelanjutan di masyarakat.

ANTARA