BORNEONEWS, Palangka Raya – Provinsi Kalimantan Tengah menjadi salah satu daerah prioritas pengembangan food estate yang difokuskan pada komoditas padi, jagung, dan singkong. Program ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan pangan nasional, mengurangi ketergantungan impor, dan membuka peluang ekspor komoditas unggulan daerah.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pada 2022, produksi padi nasional mencapai 54,75 juta ton, dengan 56,02 persen berasal dari Pulau Jawa. Kontribusi Jawa untuk jagung dan kedelai masing-masing mencapai 46,1 persen dan 70,9 persen. Konsentrasi produksi ini mendorong pengembangan lahan baru di luar Jawa, termasuk Kalimantan Tengah.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan swasembada pangan tercapai dalam tiga hingga empat tahun. Kementerian Pertanian mendapat mandat mencetak sawah seluas 3 juta hektare di beberapa wilayah, termasuk Kalimantan Tengah.
Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran menegaskan keyakinannya bahwa program lumbung pangan di daerahnya berjalan sesuai rencana.
“Terkait lumbung pangan, saya optimis program ini dapat berjalan baik dan sudah menunjukkan progres yang signifikan,” ujarnya di Palangka Raya.
Ia menambahkan pemerintah provinsi mengaktifkan kembali lahan tidur agar produktif. “Contohnya kemarin kita panen di lahan seluas 3.800 hektare, dan besok targetnya 5.000 hektare,” ucapnya.
Pemerintah berharap peran daerah seperti Kalimantan Tengah menjadi kunci untuk mewujudkan swasembada pangan dan membangun fondasi ekonomi yang tangguh. (HERMAWAN DP/J)
Padi, Jagung, dan Singkong Prioritas Food Estate Kalteng
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Putin Bantah Tudingan Rusia Provokasi Demonstrasi di Kawasan Eropa
Waka KPK Usulkan Kewenangan Rampas Aset Pejabat Tak Tercantum di LHKPN
Hujan Perdana Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Razia Narkoba, 32 Sopir Angkutan Batubara di Barito Timur Jalani Tes Urine
Tentara Yaman Lumpuhkan Lebih dari 300 Petempur Houthi
Komentar (0)
Memuat komentar…







