BORNEONEWS, Palangka Raya - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau Gapki Cabang Kalimantan Tengah menunjukkan komitmen nyata terhadap penguatan literasi publik dan profesionalisme media dengan berpartisipasi aktif dalam kegiatan Pelatihan dan Lomba Jurnalistik yang digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kotawaringin Timur. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-33 PWI Kotim dan diikuti oleh wartawan muda serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Sekretaris Eksekutif Gapki Kalteng, Rawing Rambang, menyampaikan apresiasi atas kiprah PWI Kotim dalam membina insan pers di daerah. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas, independensi, dan profesionalisme dalam dunia jurnalistik.
“Selamat Ulang Tahun ke-33 PWI Kotim. Semoga terus menjadi garda terdepan dalam menyuarakan kebenaran,” ujar Rawing pada Rabu, 13 Agustus 2025.
Rawing juga menyoroti peran strategis media sebagai mitra pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperkuat demokrasi serta mendorong pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, jurnalisme yang faktual, berimbang, dan beretika adalah fondasi penting bagi kemajuan daerah, khususnya di Kotawaringin Timur.
Keterlibatan Gapki dalam kegiatan ini mencerminkan sinergi antara sektor industri dan dunia jurnalistik dalam membangun ekosistem informasi yang sehat. Rawing menyebut pelatihan semacam ini sebagai langkah penting untuk meningkatkan kapasitas wartawan muda agar mampu menyajikan berita yang berkualitas dan berdampak positif.
Selain pelatihan, lomba jurnalistik yang digelar turut menjadi wadah bagi para peserta untuk mengasah keterampilan menulis dan menyampaikan informasi secara kreatif dan bertanggung jawab. Gapki Kalteng berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin yang memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Dengan semangat kolaboratif, Gapki Kalteng menyatakan kesiapannya untuk terus mendukung program-program yang mendorong profesionalisme media dan keterlibatan aktif masyarakat dalam pembangunan.
“Kami percaya, jurnalisme yang kuat adalah fondasi masyarakat yang cerdas dan berdaya,” tutur Rawing. (TESTI PRISCILLA/j)









