BORNEONEWS, Palangka Raya - Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah pada triwulan II tahun 2025 menunjukkan tren positif, dengan sektor jasa menjadi motor utama penggerak. Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyampaikan bahwa beberapa lapangan usaha berbasis jasa mengalami lonjakan signifikan, terutama dipicu oleh momentum libur panjang dan peningkatan proyek infrastruktur.
Agnes menjelaskan bahwa subsektor jasa perusahaan mencatat pertumbuhan tinggi berkat meningkatnya aktivitas biro perjalanan selama masa libur Lebaran dan sekolah.
"Permintaan terhadap layanan perjalanan melonjak tajam, mencerminkan mobilitas masyarakat yang kembali aktif pasca pandemi," ujarnya pada Rabu, 13 Agustus 2025.
Sektor transportasi dan pergudangan juga menunjukkan performa impresif. Menurut Agnes, pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya volume angkutan barang melalui jalur laut serta lonjakan penumpang pada moda transportasi udara.
"Kondisi ini mencerminkan pemulihan sektor logistik dan pariwisata yang saling mendukung," tambahnya.
Sementara itu, jasa lainnya turut berkontribusi terhadap pertumbuhan, terutama dari aktivitas rekreasi. Agnes menyebutkan bahwa libur panjang pasca Lebaran dan masa libur sekolah mendorong masyarakat untuk mengakses berbagai fasilitas hiburan dan wisata lokal.
"Hal ini berdampak langsung pada peningkatan pendapatan pelaku usaha di sektor rekreasi," katanya.
Secara keseluruhan, sektor jasa menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah pada periode ini. BPS mencatat bahwa kontribusi sektor ini tidak hanya mencerminkan pemulihan pasca pandemi, tetapi juga menunjukkan potensi jangka panjang dalam mendorong daya saing daerah. Agnes menekankan pentingnya menjaga momentum ini melalui kebijakan yang mendukung sektor jasa secara berkelanjutan. (TESTI PRISCILLA/j)









