PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Plt Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Leonard S. Ampung menekankan pentingnya monitoring dan pelaporan dalam implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) pada Rapat Coaching Clinic 6 PPSP 2025 di Alltrue Hotel Palangka Raya, Rabu, 13 Agustus 2025.

Leonard menekankan Quick Wins yang perlu dicapai setiap kabupaten/kota mulai dari memiliki IPLT, dokumen SSK mutakhir, operator layanan resmi.

Kemudian, perda terkait pengelolaan SPALD dan tarif, serta reformasi pengelolaan sampah melalui TPST dan pemilahan dari sumber.

Ia menjelaskan PPSP adalah program pembangunan sanitasi terintegrasi dari pusat hingga daerah, melibatkan pemerintah dan non-pemerintah untuk memastikan layanan sanitasi aman, berkelanjutan, inklusif, dan sesuai karakteristik wilayah.

“Pokja kabupaten agar melakukan monitoring, pengisian tools monev, serta pelaporan per semester, dan menyampaikan hasil implementasi ke Pokja nasional, provinsi, dan Balai Penataan Bangunan serta mengunggahnya ke website Nawasis sesuai tahapan milestone,” tuturnya.

Adapun kegiatan ini turut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalteng Herson B. Aden.

Selain itu ada Perangkat Daerah lingkup Provinsi Kalteng yang tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja) Sanitasi Kabupaten/Kota di wilayah Kalimantan Tengah. Rapat juga diikuti secara virtual oleh sejumlah pihak terkait. (HERMAWAN DP/j)