BORNEONEWS, Kapuas - Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Kapuas menyiapkan mobil Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), untuk mengejar target 2016 sebesar Rp2 miliar. Sampai awal November ini, pembayaran PBB di Kapuas baru mencapai 50%. Dispenda Kapuas jemput bola ke lapangan menemui warga, untuk memudahkan pembayaran PBB.

"Dari target Rp2 miliar, baru 50 persen terealisasi. Untuk pencapaian target tersebut kami akan melakukan pelayanan langsung ke masyarakat menggunakan mobil tersebut terutama di kelurahan," kata Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kapuas, Andreas Nuah, Selasa (1/11/2016).

Namun, untuk saat ini belum operasional lanjut Andreas, karena masih menunggu plat nomor serta pemindahan data wajib pajak ke alat perangkat keras seperti komputer dan perangkat lunak. "Kemungkinan minggu depan sudah biasa operasional, karena hanya memasuki data dan ini masih bersifat off line natinya disalin datanya kembali di kantor bagi masyarakat yang sudah membayar pajak melalui mobil pelayanan pajak."

Andreas mengakui, belum bisa online karena membutuhkan waktu lama dalam mempersiapkan perangkat. Saat ini pihaknya lebih berkonsentrasi untuk pembayaran PBB dari target Rp2 Miliar untuk 2016. Nantinya pihaknya akan bekerja sama dengan pihak kelurahan untuk menghimbau warga, pembayaran pajak bisa melalui mobil keliling.

"Kita akan menyurati pihak kelurahan agar menghimbau warganya untuk membayar PBB bisa melalui mobil keliling,kalau tidak sempat ke kantor dan mobil ini nantinya melakukan pelayanan di kelurahan di dalam kota Kuala Kapuas," ungkap mantan Asisten II Pemkab Kapuas ini.

Menurut Andrew Nuah, dengan adanya mobil keliling ini pihaknya akan melakukan jemput bola, membuka pelayanan pembayaran pajak di akses publik, baik itu di perumahan, Kelurahan dan pasar-pasar, juga ada himbauan kepada masyarakat menggunakan pengeras suara. 

"Dengan adanya mobil pelayanan keliling ini kita akan melakukan sistem jemput bola dengan memberikan pelayan publik kepada langsung sampai akhir desember 2016," katanya. (DJEMMY NAPOLEON/N).