KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Cuaca buruk yang melanda wilayah perairan Kabupaten Seruyan dalam sepekan terakhir membuat para nelayan setempat terpaksa menghentikan aktivitas melaut.

Kondisi ini paling dirasakan di Desa Sungai Undang, Kecamatan Seruyan Hilir. Angin kencang dan gelombang tinggi memaksa nelayan memilih beristirahat sementara.

Harun, salah satu nelayan Desa Sungai Undang, membenarkan bahwa sudah beberapa minggu terakhir para nelayan tidak bisa melaut seperti biasanya.

Jika ada yang berangkat melaut, memilih waktu dimana angin tidak berhembus terlalu  kencang dan gelombang laut yang masih  memungkinkan.

“Cuaca akhir-akhir ini tidak bersahabat, sehingga para nelayan memilih istirahat sementara,” ujarnya, Kamis, Kamis, 14 Agustus 2025.

Hal serupa diungkapkan Udin, warga Kampung Fatimah. Menurutnya sebagian nelayan memilih memanfaatkan waktu untuk memperbaiki perahu dan alat tangkap sambil menunggu kondisi cuaca kembali normal.

“Sebagian nelayan memilih bertahan, tidak melaut dulu. Sambil menunggu cuaca membaik, kami memperbaiki perahu dan jaring,” ungkapnya.

Kondisi cuaca ekstrem di perairan Seruyan ini disebabkan oleh hembusan angin kencang yang memicu gelombang laut meninggi.

Para nelayan berharap cuaca segera membaik agar mereka dapat kembali mencari ikan seperti biasa untuk memenuhi kebutuhan hidup. (FAHRUL/R)