BORNEONEWS, Sampit - Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur mewaspadai kemunculan penyakit berbahaya akibat kencing tikus. Meski penyakit dari kencing tikus itu belum ditemukan di Kotim, namun pihaknya tetap mewaspadai.

“Kencing tikus kedengarannya sepele, tapi sangat membahayakan. Perlu kesadaran seluruh warga berperilaku hidup bersih, agar terhindar bahaya kencing tikus. Salah satunya, cuci dan bersihkan barang maupun peralatan yang sering dilewati tikus,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Faisal Novendra Cahyanto, Selasa (1/11/2016).

Seiring intensitas hujan di Kabupaten Kotawaringin Timur yang mulai meningkat. Tikus-tikus sagat banyak ditemukan di parit-parit. Dalam keadaan yang masih kotor tikus masuk ke dalam rumah, membawa berbagai macam penyakit.

“Penyakit libosvira yang dibawa tikus, banyak diteukan di Jawa, di daerah kita masih belum. Tikus yang bawa penyakit ini terendam di air parit dan masuk ke rumah,” katanya.

Selain meminta warga mewaspadai penyakit dari tikus tersebut, Faisal juga mengantisipasi meningkatnya penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan melakukan upaya pengasapan atau fogging serta sosialisasi kepada masyarakat membiasakan pola hidup sehat (PSN).

“Sebelum ada korban dan meningkatnya DBD, kami tetap mengantisipasi adanya DBD dengan penyelidikan epidemologi untuk mengetahui kejadian DBD, baik sedang berlangsung maupun yang telah terjadi,” katanya.

Dia mengatakan, sudah ada petugas juru pemantau jentik atau jumantik untuk mengantisipasi berkembangnya nyamuk aedes aigypti serta melakukan pemantauan jentik-jentik nyamuk aedes aigypti di lingkungannya masing-masing.

“Kami juga melakukan abatisasi yaitu pemberian serbuk abate pada tempat-tempat yang digenangi air termasuk bak mandi dengan tujuan membunuh jentik-jentik nyamuk Aedes Aegypti dan mencegah terjadinya wabah DBD,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke warga melalui puskesmas dan ke kecamatan dengan melakukan pemeriksaan dari awal agar terhindar dari gejala maupun terserang penyakit DBD.

Dia menambahkan, saat ini rawan muncul penyakit DBD. Bahkan daerah yang tidak pernah ditemukan adanya penderita DBD sudah terdeteksi bahwa ada warga yang didiagnosa positif DBD.

“Di Kecamatan Antang Kalang ada dua kasus dan kami langsung fogging. Selama ini wilayah itu tidak pernah ada penderita DBD,” ujar Faisal. (RAFIUDIN/m)